Hasil Patungan, Heri Dirikan Sekolah Bagi Anak Kurang Mampu

Hasil Patungan, Heri Dirikan Sekolah Bagi Anak Kurang Mampu

 

Pada masa itu di tahun 2011, banyak anak di Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang mengalami putus sekolah. Ketidakmampuan orang tua untuk membayar biaya sekolah, menjadi salah satu faktor utama putusnya rantai pendidikan. Sehingga, banyak anak yang memilih untuk menikah di usia muda.

Melihat kondisi tersebut, seorang laki-laki bernama Heri Mardi Purwanto (43) merasa terketuk hatinya, ingin merubah keadaan untuk membantu anak-anak agar bisa melanjutkan pendidikan. Ia mendirikan sebuah sekolah, SMK Sirojul Huda 3 dan pesantren di atas tanah wakaf.

“Akhirnya kita bangun pesantren kemudian kita rangkul ustad-ustad sekitar untuk membantu,” tuturnya, Rabu (19/2).

Kini, 9 tahun sudah Pondok Pesantren Sirojul Huda berdiri, tepatnya di Kampung Bantar Kambing RT 10 RW 04, Desa Tanjungsari, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Dengan bantuan 6 orang Da’i, pesantren dan SMK ini sudah meluluskan sebanyak 7 angkatan.

“Siswanya ada 151 orang saat ini, namun untuk yang mondok ada 46 orang santri. Kobongnya mereka (santri) yang membangun, mereka saling gotong royong, bikin kobong dari bambu,” tuturnya.

Pondok pesantren yang mereka bangun, di khususkan bagi anak-anak yatim dan dhuafa secara gratis. Hery dan sang Istri mengurus pondok dengan biaya sendiri. Namun tak jarang ia sering meminta bantuan kepada teman-temannya.

“Mendirikan bangunan dengan uang patungan. Modalnya Bismillah. Tujuannya ingin menguatkan sisi keagamaan dengan nilai-nilai keislaman untuk kehidupan mereka di masa depan,.” Pungkasnya

 

 

 

Jurnalis : Tanti Sugiharti
Redaktur : Dila Nurfadila

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
why?
Send this to a friend