Hidup dalam Keterbatasan Fisik dan Ekonomi, Ramlah Dapat Bantuan Biaya Hidup Rumah Yatim

Hidup dalam Keterbatasan Fisik dan Ekonomi, Ramlah Dapat Bantuan Biaya Hidup Rumah Yatim

Sejak 30 tahun lalu, Ramlah (78) mengalami kebutaan akibat penyakit katarak yang dideritanya. Kondisi ekonomi yang cukup memprihatinkan, membuat Ramlah tak bisa melakukan pengobatan. Kini, ia sudah pasrah akan kondisinya itu.

“Dulu memang pernah rutin berobat, karena kondisi keuangan yang tidak memungkinkan, akhirnya harus terhenti,” ungkap Ramlah pada Relawan Rumah Yatim yang mengunjungi kediamannya di Jalan Mistar Cokrokusumo, Desa Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka, Selasa (21/7) lalu.

Di sebuah rumah sederhana berdinding papan yang sudah rusak, Ramlah hidup bersama anak dan cucunya. Walau kondisi serba kekurangan, namun mereka tetap semangat berjuang jalani kehidupan.

Diketahui, anaknya mencari sesuap nasi melalui warung kecil-kecilan yang dibukanya depan rumah. Tak banyak yang ia dapat dari hasil berjualannya itu. Walau tak seberapa, namun anaknya itu terus berjuang demi merawat Ramlah.

Menurut Relawan Rumah Yatim Area Kalimantan Selatan, Anisa, terkadang Ramlah dan anaknya mengandalkan pemberian tetangga sekitar. “Untuk kehidupan sehari-hari mereka memang benar-benar kesukitan, bahkan kadang bergantung sama warga setempat,” ungkapnya.

Sebagai upaya membantu memenuhi kebutuhan hariannya, Rumah Yatim Area Kalimantan Selatan memberikan bantuan biaya hidup bagi Ramlah. Selain dirinya, ada 17 lansia lainnya yang mendapat bantuan serupa. Anisa berharap, bantuan ini bisa meringankan beban mereka.

“Terima kasih banyak kepada Rumah Yatim yang sudah memberi saya bantuan. Saya sangat bersyukur mendapatkan bantuan ini,” tutur Ramlah haru.

 

Jurnalis: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend