Hidup dalam Keterbatasan, Sulastri Bersyukur Ada Bantuan dari Rumah Yatim

Hidup dalam Keterbatasan, Sulastri Bersyukur Ada Bantuan dari Rumah Yatim

Hidup dalam keterbatasan ekonomi di masa senjanya, lansia 65 tahun itu hidup sebatang kara dan sehari-harinya bekerja sebagai pemulung. Kamis (31/10) lalu, saat Rumah Yatim Cabang Medan memberikan bantuan biaya hidup di kediamannya di Lingkungan Pasar 9, Kelurahan Terjun, Medan Marelan, Kota Medan, ia mengaku sangat bersyukur ada bantuan tersebut.

Bekerja sebagai pemulung, kata dia, merupakan usahanya untuk bertahan hidup dengan tidak meminta-minta. Penghasilan yang diperoleh sering tidak pasti, namun umumnya dalam seminggu ia bisa mengantongi 80 ribu rupiah untuk membiayai kebutuhan hidupnya.

“Saya sangat berterima kasih sekali kepada Rumah Yatim, yang telah membantu saya. Semoga Allah mengganti kebaikan para donatur semuanya,” ungkapnya.

Hidup tanpa suami yang telah lama meninggal dan tanpa anak, membuatnya harus berjuang seorang diri untuk bertahan hidup. Meskipun penghasilannya tidak seberapa, Sulastri bersyukur bisa menghidupi dirinya sendiri, walau sekadar untuk sesuap nasi. Ia menambahkan, hidup dalam keterbatasan tak membuatnya lupa diri untuk terus selalu bersyukur.

 

 
Jurnalis: Dila Nurfadila
Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend