Hidup di Gubuk Tua dengan Kondisi Sulit Ekonomi, Pasutri Lansia Asal Balikpapan Dapat Bantuan

Di sebuah gubuk tua, hidup pasangan suami istri yang kesehariannya bertani buah salak. Namun, akibat pandemi Covid-19, selama kurang lebih tiga bulan ini tidak ada penjualan. Ialah Midah (56) bersama suaminya yang begitu merasakan dampak dari pandemi.

Menurut Relawan Rumah Yatim Cabang Kalimantan Timur, Taufik mengatakan, Midah bersama suaminya merupakan seorang tengkulak atau penjual pertama. Yang mana, harga beli di tengkulak lebih rendah dari pada harga pasar.

“Untuk panennya sekitar seminggu sekali kalau tidak hujan, paling dapat sekarung, sekarungnya dihargai 150 ribu rupiah,” tambah Taufik.

Ia mengungkapkan, panen salak yang dihasilkan Midah dalam satu bulan sekitar tiga karung. Jadi penghasilannya hanya sekitar 450 ribu rupiah perbulan. Midah dan suami, kata dia, selalu berusaha agar bisa lebih dari itu.

Namun, kondisi tidak mendukung mereka. “Selama tiga bulan ini tidak ada penjualan sama sekali, dikarenakan penjualan di pasarnya pun menurun gara-gara Covid-19. Saya dan suami akhirnya harus berhutang ke warung untuk makan sehari-hari,” jelas Midah.

Diketahui, Midah dan suami tak memiliki anak. Hal itu akibat tumor yang ada di rahim Midah. Ia pun tak bisa berbuat apa-apa, karena tak ada biaya untuk melakukan pengobatan. Dirinya hanya bisa pasrah pada keadaan.

Melihat kondisi itu, Rumah Yatim Cabang Kaltim memberikan bantuan bahan pokok di kediamannya di Jalan Soekarno Hatta Km 22 RT 53, Kelurahan Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Barat, Selasa (4/11). Bantuan tersebut diberikan guna membantu memenuhi kebutuhan hariannya.

Taufik berharap, apa yang Rumah Yatim berikan bisa bermanfaat dan meringankan beban ekonomi mereka. “Mudah-mudahan mereka sehat selalu dan dimudahkan dalam mencari rezeki, harapannya bantuan Rumah Yatim bisa menjadi penyemangat hidup bagi mereka,” paparnya.

Midah juga mengucapkan terima kasihnya pada Rumah Yatim dan donatur. Ia berharap, di kemudian hari bisa mendapat bantuan lagi. “Terima kasih atas bantuannya, kami begitu terharu ada yang memerhatikan kami,” tutupnya.

Jurnalis: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Send this to a friend