Hidup Sebatang Kara, Kawi Bahagia Dapat Perhatian Rumah Yatim

Nenek tua itu sudah menunggu dengan sabar di dalam rumahnya yang sempit dan terbuat dari bilik bambu. Di tangannya menggenggam selembar Kartu Keluarga yang sudah usang dan KTP seumur hidupnya. Namanya Kawi (77), sejak Rumah Yatim Tegal datang ke rumahnya pada Selasa (20/3) untuk menyurvei kondisi para mustahik. Kawi saat itu belum makan dan hampir kelaparan, karena di rumahnya tidak ada apa-apa dan tak ada kiriman makanan dari tetangga.

“Saat kami datang beliau bilang bahwa dirinya saat itu belum makan dan sangat lapar, kami pun memberikan uang agar nenek bisa makan,” tutur Kepala Cabang Rumah Yatim Tegal Jajang Khoeruman.

Atas pemberitahuan dari tetangga bahwa Rumah Yatim akan datang kerumahnya kembali. Kawi amat senang, dirinya yang sebatang kara hidup dalam serba keterbatasan. Di dalam rumahnya, hanya ada tungku terbuat dari genteng, ranting pohon dia kumpulkan agar dapurnya tetap berasap. Rumahnya hampir roboh tak ada yang bisa merenovasinya. Bahkan bau tak sedap tercium di ruangan yang berukuran tiga meter persegi itu.

“Semua hal sudah dia lakukan di sana,” terang Jajang.

Menurut keterangan para tetangga, dirinya sudah lama kehilangan suaminya. Bahkan kelima anaknya pun turut meninggalkannya sendirian di dunia. Di masa tuanya, Kawi hidup tanpa kasih sayang orang-orang terdekatnya. Setiap harinya, dia hanya menunggu kasih sayang Allah melalui tangan-tangan para tetangga yang memperhatikannya dengan memberikan makanan.

Kini dia sudah rabun bahkan pendengarannya pun sudah mulai samar. Di usia tuanya, dia bersyukur meski hidup sebatang kara dan dalam keterbatasan, Allah masih melimpahkan kasih sayangnya, termasuk perhatian yang diberikannya kepada Rumah Yatim melalui santunan biaya hidup. Dengan santunan itu, dia kini tak harus menunggu makanan dari tetangga, sedikitnya dia bisa membeli sendiri dengan kaki rentanya. Sembari mencium tangan, tim Rumah Yatim Kawi ucapkan terima kasih.

 

Di tulis oleh : Enuy Nurhayati Pada tanggal 2018-03-28 15:04:05

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend