Hidup Sebatang Kara, Mbah Mulus Dapat Perhatian dari Rumah Yatim Yogyakarta

Hidup sebatang kara terpaksa harus dijalani oleh Mbah Mulus (66), warga Desa Kertayasa, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal Jawa Tengah.

Suami mbah Mulus dan putri semata wayangnya sudah lama meninggal dunia.

Kondisi mbah Mulus saat ini sudah sakit-sakitan, dan tidak mampu untuk bekerja. Untuk sekedar makan saja ia hanya bergantung pada kebaikan tetangga dan sanak saudara.

“Kalo ada yang memberi makanan mbah dihari itu akan makan, namun jika tidak, terpaksa mbah akan menahan lapar seharian,” ungkap Saefudin

Sebagai bentuk kepeduliannya, Rumah Yatim area Yogyakarta pun memberikan bantuan biaya hidup berupa bahan pokom dan uang tunai kepada mbah Mulus.

Nantinya bahan pokok tersebut akan dikelola oleh keponakan mbah Mulus supaya mbah Mulus tidak kerepotan saat mengelola bahan tersebut.

“Untuk uang tunai nya akan dipegang mbah untuk membeli keperluan hidup dan biaya berobat, mudah-mudahan bantuan ini bisa memberikan kebahagiaan dan keberkahan untuk mbah Mulus,” ucap Saefudin.

Sementara itu, saat menerima bantuan tersebut, Mbah Mulus tampak berkaca-kaca seraya bersyukur dan mendoakan relawan dan donatur Rumah Yatim.

“Alhamdulillah hari ini ada orang yang baik mau bersilaturrahim dan memberikan bantuan, saya mendoakan Rumah Yatim beserta donatur agar selalu sehat dan dimudahkan rezekinya,” tuturnya.

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Send this to a friend