Hidup Sebatangkara, Mbah Paikem Dapat Bantuan Biaya Hidup

Hidup Sebatangkara, Mbah Paikem Dapat Bantuan Biaya Hidup

 

Setelah di tinggal meninggal oleh sang suami, di usia senjanya Mbah Paikem (80) hidup dalam kondisi yang memprihatinkan. dan terpaksa harus hidup sebatangkara. Sebab, satu-satunya anak Mbah Paikem harus pergi merantau ke Jakarta untuk bekerja. Hal itu dilakukan karena keterbatasan ekonomi.

Ia tinggal di rumah yang sangat sederhana, tepatnya di Dusun Gandu, Desa Mertelu, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunung Kidul, DIY Yogyakarta. Beruntung, masih banyak tetangga yang mengasihinya. Relawan Rumah Yatim cabang Yogyakarta, Sigit Aji Purwoko menuturkan, saat ini kondisi Mbah Paikem sudah tidak mampu lagi untuk jalan kaki, bahkan untuk berdiri saja susah. Hal ini, kata dia, karena ada pergeseran antara tulang atau sendi pada kakinya.

“Mbah Paikem tidak bisa berjalan dikarenakan pernah jatuh dan beliau hanya bisa berpindah dengan cara menyeret tubuhnya. Dulu sudah pernah diperiksa, namun karena keterbatasan biaya, jadi tidak berlanjut,” tuturnya.

Melihat kondisi tersebut, Rumah Yatim cabang Yogyakarta tergerak untuk menyalurkan bantuan biaya hidup, pada Kamis (19/3) lalu. Dengan adanya bantuan tersebut, diharapkan dapat membantu untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

 

 

 

 

Jurnalis : Tanti Sugiharti
Redaktur : Dila Nurfadila

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
why?
Send this to a friend