Hidup Sederhana, Saeng Berjuang Menghidupi Cucunya Pengidap Hidrosefalus

Rumah yang kurang layak itu menjadi tempat berteduh Saeng (51) dan keluarga. Hanya bilik bambu yang menjadi pelapis dinginnya saat malam. Bahkan saat musim penghujan tiba, Saeng dan keluarga hanya pasrah, karena tetesan air hujan masuk dari atap yang sudah lapuk.

Saeng merupakan tulang punggung anak dan cucunya yang sedang sakit. Sehari-hari ia hanya bekerja sebagai pencari ikan dan kerang di laut. Bahkan, fisiknya yang tak lagi semuda dulu memaksa ia harus tetap bersemangat. Hal itu dilakukannya demi menghidupi anak dan cucunya sebanyak tujuh orang.

Saeng mengatakan, dirinya hanya mendapatkan penghasilan sebanyak 60-70 ribu rupiah setiap harinya. Hal tersebut didapatkannya jika ikan dan kerang serta cuaca mendukung saat dirinya bekerja. Namun berbeda saat cuaca tidak mendukung, ia hanya bisa mendapatkan 30-50 ribu rupiah setiap hari. “Yah cukup gak cukup untuk makan sore sekeluarga,” ungkapnya.

Diungkapkan Saeng, penghasilan yang pas pasan tersebut digunakannya untuk kebutuhan sehari-hari. Selain itu, ia juga harus menyisihkan hasil kerjanya untuk berobat sang cucu, Suhendi, yang baru berusia dua bulan dan mengidap hidrosepalus.

“Jadi setelah saya pulang ke rumah, istri saya langsung memasak belanja dengan uang yang saya bawa,” ucapnya saat berbincang dengan relawan Rumah Yatim Regional Jabodetabek.

Ia menambahkan, kebutuhan hariannya juga dibantu oleh sang anak. Namun, penghasilan anaknya itu oleh Saeng ditabung. Nantinya digunakan Saeng untuk ongkos berobat dan membeli susu cucunya yang mengidap hidrosefalus tersebut.

Saeng bersyukur Rumah Yatim Regional Jabodetabek datang berkunjung dan memberikan bantuan untuk cucunya itu. Apalagi, saat ini Suhendi sedang dalam proses pemulihan gizi, sebelum proses operasi yang nantinya akan dijalani.

“Hanya Allah yang bisa membalas semua kebaikan-kebaikan yang telah diberikan Rumah Yatim untuk keluarga kami,” ucapnya.

 

Jurnalis: Calam Rahmat

Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend