Hidup Seorang Diri, Nonoh Dapat Bantuan Rumah Yatim

Nonoh (65) lansia prasejahtera yang hidup di sebuah rumah berukuran kecil di Kampung Pangapuan RT 01 RW 03, Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Lansia ini hidup dalam kondisi yang lemah secara fisik maupun ekonomi. Atas kondisi itu, Rumah Yatim Area Jawa Barat memberikan bantuan dua program kepada lansia yang tinggal sebatang kara itu, pada Sabtu (20/7) lalu.

Bantuan tersebut diserahkan relawan Rumah Yatim, Solehudin, untuk membantu memenuhi kebutuhan biaya hidupnya sehari- hari. Kondisi fisiknya begitu lemah, Nonoh hanya bisa berjalan menggunakan tongkat. Meskipun demikian, ia tetap berusaha mengurus dirinya sendiri. Namun kepedulian dari tetangganyalah yang membuat dia bisa bertahan hidup.

“Dia tinggal sendirian, kebutuhan sehari-hari dari masyarakat, fisiknya sudah sangat lemah, jadi sudah gak bisa kerja lagi. Kadang kalau gak ada yang ngasih ya dia gak makan, jadi kita kasih bantuan dua program,” paparnya.

Adapun dua program bantuan yang diberikan berupa bantuan peduli sesama dan bantuan sembako. Lewat pemberian bantuan itu, sambung Solehudin, agar bisa menyambung kehidupannya selama beberapa minggu ke depan. Diketahui bahwa suaminya telah meninggal, dua anak angkatnya pun pergi bekerja ke luar kota dan tidak kembali lagi.

Di rumah kecilnya, Nonoh hidup seorang diri, dengan kaki yang tidak bisa berjalan, tanpa anak dan suami. Ditambah kehidupannya yang berada di bawah garis kemiskinan. Solehudin berharap, bantuan ini dapat meringankan beban kehidupannya, terutama dari segi ekonomi agar bisa makan seperti warga lainnya.

 

Jurnalis: Dila Nurfadila

Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend