Hidup Seorang Diri, Sa’mah Rela Banting Tulang Demi Bertahan Hidup

Hidup Seorang Diri, Sa'mah Rela Banting Tulang Demi Bertahan Hidup

Sejak sepeninggalan sang suami pada delapan tahun silam, Sa’mah (69) kini tinggal seorang diri. Tak miliki anak, ia banting tulang sendirian demi terus berjuang bertahan hidup. Walau berat, nenek Sa’mah tak punya pilihan lain.

Setiap harinya, ia mencari sesuap nasi dengan bekerja membuat atap dari daun. Dari pekerjaannya itu, ia hanya mendapat sekitar delapan ribu rupiah perhari. Terkadang jika musim kemarau, ia mendapat pekerjaan sampingan dengan menyadap pohon karet.

“Nenek suka dapat 20 sampai 25 ribu rupiah kalau ada getahnya, tetapi itu juga kalau musim panas. Kalau musim hujan gak ada getah karetnya,” kata Kepala Cabang Rumah Yatim Pontianak, Rohim.

Menurutnya, penghasilan yang didapat nenek Sa’mah tidak mencukupi kebutuhan hidupnya. Namun demikian, nenek Sa’mah tak pernah lelah berjuang hidup sendirian. Ia terus menekuni pekerjaannya, walau penghasilan tidak seberapa.

Terkadang, tambah dia, nenek Sa’mah makan nasi tanpa lauk. Bahkan seringkali hanya pakai garam saja. “Nenek mengaku mau makan sama apapun tidak masalah, asal perutnya kenyang,” sambungnya.

Pada Jumat (7/8), Rumah Yatim Cabang Pontianak mengunjungi kediamannya di Dusun Pesisir Kapuas, Gang Lestari RT 03 RW 08 Kel. Mekar Baru, Kec. Sungai Raya, Kab. Kubu Raya. Kunjungan tersebut untuk memberikan bantuan sembako bagi Sa’mah, guna membantu memenuhi kebutuhan pokoknya.

Rohim berharap, bantuan dari Rumah Yatim ini bisa bermanfaat bagi dirinya. Serta menjadi penyemangat dalam hidup sebatang kara. “Alhamdulillah nenek Sa’mah sangat senang mendapat bantuan ini, semoga berkah,” pungkasnya. Selain dirinya, ada ratusan lansia lainnya di pesisir sungai Kapuas yang mendapat bantuan serupa.

 

 

Penulis: Anjar Martiana

Redaktur: Tanti Sugiharti

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend