Hidup Serba Kekurangan, Maulidia Tetap Semangat Ingin Jadi Dokter

Hidup Serba Kekurangan, Maulidia Tetap Semangat Ingin Jadi Dokter

Raut Wajah polosnya terlihat begitu ceria dan sumringah, saat mendapat beasiswa dari Rumah Yatim Cabang Pontianak, Kamis (18/6). Dia adalah Maulidia (9), seorang anak yang berasal dari keluarga kurang mampu itu memiliki cita-cita menjadi dokter, meskipun kondisi ekonomi keluarganya serba kekurangan. Ia bertekad ingin mengubah nasib keluarganya menjadi lebih baik.

Menurut anak perempuan yang saat ini duduk di kelas 3 SD itu, saat ini kondisi keluarganya tengah kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Meski demikian, tak menyurutkan semangat Maulidia untuk menjadi dokter. Saat dewasa nanti, ia memiliki tekad ingin membanggakan kedua orang tuanya

“Saya ingin jadi dokter, supaya bisa bantuin orang-orang gak mampu yang sakit,” ujarnya.

Sebelum pandemi corona meluas, ia mnegaku ayahnya bekerja sebagai tukang las. Namun sejak adanya Covid-19, ayahnya dirumahkan dari pekerjaannya sebagai pekerja las. Meski demikian, sang ayah tetap berusaha menafkahi keluarga dengan menjadi buruh harian lepas.

Atas semangatnya itu lah, Rumah Yatim Cabang Pontianak memberikan bantuan beasiswa kepada anak tersebut, di kediamannya di Tepian Sungai Kapuas, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Bantuan tersebut diserahkan untuk mendukung semangat belajar nya serta membantu memenuhi kebutuhan pendidikannya.

Relawan Rumah Yatim Pontianak, Abdurrohim mengatakan di wilayah Tepian sungai Kapuas ini memang mayoritas warga nya hidup digaris kemiskinan, terlebih sangat jarang adanya bantuan. Oleh karena itu, ketika ada bantuan seperti ini anak-anak sangat menyambut riang gembira. Salau satunya Maulidi, dia begitu ceria dan semangat sekali belajarnya.

“Daerah tepian Kapuas ini, kehidupan warganya kasian. Jarang sekali ada bantuan. Apalagi pas ada bantuan beberapa program dari kita (Rumah Yatim) mereka seneng sekali.

Hingga dua pekan ini, yang terhitung sejak 2 Juni hingga 16 Juni 2020, tercatat 594 anak yatim, piatu, serta kurang mampu lainnya di sejumlah wilayah Indonesia telah menerima bantuan tersebut. Rumah Yatim akan terus massif membantu pendidikan anak-anak kurang mampu hingga ke pelosok desa di Indonesia.

 

 

 

Penulis: Dila Nurfadila

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend