Hidupi Ketiga Anaknya Seorang Diri, Fatimah Berjuang Jadi Buruh Tani di Usia Senjanya

Senyumnya begitu merekah tatkala Rumah Yatim Cabang Pontianak datang berkunjung ke rumahnya, pada Senin (28/12) lalu. Di rumah yang berada di Jalan Parit Haji Usman, RT 003 RW 004, Desa Jungkat, Kecamatan Siantan, Kabupaten Mempawah, Fatimah (78) tinggal bersama ketiga anaknya.

Sehari-hari, ia bekerja sebagai buruh tani di ladang milik orang lain. Fatimah bertani dibantu kedua anaknya. Sedangkan, satu anaknya mengalami kelumpuhan, sehingga tak bisa ke mana-mana.

Di usia senjanya, Fatimah masih terus berjuang menjadi tulang punggung keluarga. Pasalnya, suaminya sejak 8 tahun lalu meninggal dunia. Sejak saat itu, ia membesarkan anaknya seorang diri.

Ketegaran dan kerja keras Fatimah tak pernah pudar. Baginya, ia mampu melakukan apapun demi anak-anak tercinta. Meski terkadang, hasil di ladang, masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan harian keluarga.

Kepala Cabang Rumah Yatim Pontianak, Rohim menyebut, kondisinya memang cukup memprihatinkan. “Terkadang mereka makan nasi tanpa lauk pauk, saking tidak ada biaya,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Rumah Yatim datang memberikan bantuan biaya hidup bagi Fatimah. Agar, ia dan anak-anaknya bisa bertahan hidup dan terpenuhi kebutuhan pokoknya.

“Alhamdulillah nenek Fatimah sangat senang. Mudah-mudahan bantuan yang diberikan bermanfaat dan meringankan beban nenek,” pungkas Rohim.

Jurnalis: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Send this to a friend