Aktivitas yang padat tidak membuat anak asuh Rumah Yaim Asrama Rawasari mengendurkan semangat untuk belajar ilmu agama. Hal ini diperlihatkan dari sejumlah anak yang sedang mempelajari dan menghafalkan hadits, di Asrama Rawasari, Jalan Rawasari Selatan No. 28, Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Menurut pemaparan Kepala Asrama Rumah Yatim Rawasari, Ikin, anak asuhnya selalu rutin menghafalkan hadits. Hafalan yang dilakukan juga sesuai kemampuan dan tingkat sekolah anak asuh. Bahkan, kata dia, setiap pekannya anak asuh bisa menghafal dua hadits.

“Alhamdulillah anak semangat dalam menghafalnya, ada yang sudah banyak hafal dan ada juga yang baru hafal beberapa hadits,” papar Ikin, Rabu (14/11).

Kendati demikian, sambung Ikin, anak asuh tetap rutin dalam melakukan hafalan hadits. Dirinya juga sangat bangga atas apa yang terus dilakukan oleh anak asuhnya tersebut. Kegiatan menghafal juga, kata dia, tidak tentu waktunya. Hal tersebut dikembalikan kepada anaknya sendiri.

“Waktu khusus yang digunakan untuk menghafal tidak ada. Tapi kadang mereka menjalankan hafalan setiap Selasa malam,” terangnya.

Ikin mengungkapkan, kegiatan hafalan tersebut juga harus menyesuaikan dengan kegiatan diniyah lainnya. Hal ini, agar setiap aktivitas anak bisa berjalan teratur. Selain itu, anak asuh juga dilihat harus sabar dalam menghafal.

Harapannya, kata Ikin, setiap kegiatan yang dilaksanakan anak asuh, khususnya hafalan hadits ini bisa berdampak pada diri anak. Di samping itu, lewat hafalan hadits ini anak asuh bisa terus beristiqomah dan bisa mengamalkanya di masa yang akan datang.

“Lumayan cukup berat, mereka harus sabar dalam menghafal. Karena hadits itu berbeda dengan hafalan ayat,” ungkapnya di akhir wawancara.

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat