Imbas Corona, Buruh Tani Palawija di Tarakan Bertahan Hidup Jual Kue

Imbas Corona, Buruh Tani Palawija di Tarakan Bertahan Hidup Jual Kue

Nasib memilukan turut dialami Intan, seorang buruh petani palawija yang berusia 50 tahun. Sejak adanya pandemi corona, penghasilannya terjun bebas, bahkan nyaris tidak ada pemasukan sama sekali dari hasil pekerjaannya. Nasib suaminya pun tak jauh berbeda, yang bekerja sebagai buruh tani sama-sama terdampak karena Covid-19. Sedangkan kebutuhan sehari-hari keluarga harus tetap dipenuhi.

Akhirnya Intan berinisiatif berjualan kue buatan sendiri untuk menyambung hidup. Setiap hari ia berkeliling menawarkan kue ke setiap orang dan sebagian kuenya dititipkan di warung-warung milik orang lain. Lagi-lagi karena Covid-19, daya beli masyarakat semakin rendah. Meskipun penghasilannya tidak banyak, yang terpenting bagi Intan anak-anaknya bisa makan dan tidak kelaparan.

“Sebelumnya bu Intan sebagai buruh tani palawija yang panennya setiap tiga bulan sekali. Tapi karena pandemi sempat tidak mendapat penghasilan sama sekali dari bertani,” terang Rahmat, selaku Kepala Cabang Kalimantan Utara

Intan dan suami terus berjuang bekerja keras menafkahi ketiga anaknya agar bisa bertahan hidup ditengah pandemi, meskipun hanya sesuap nasi. Pada Minggu (21/6) lalu, Intan bisa sedikit bernafas lega saat mendapat bantuan sembako dari Rumah Yatim Cabang Kalimantan Utara. Bantuan tersebut diserahkan di kediamannya, di Desa Karungan, RT 04, Kecamatan Tarakan Timur, Kabupaten Tarakan, Kalimantan Utara.

Ia mengatakan, Intan merupakan salah satu petani palawija yang terdampak Covid-19 sehingga kondisi ekonomi nya kian terpuruk dan melemah. Meski demikian, Intan terus bangkit agar kebutuhan kelurganya tetap terpenuhi. Selain intan, ada 35 Keluarga dhuafa lainnya yang tinggal di lingkungan Desa Karungan menerima bantuan serupa. Rahmat berharap bantuan ini dapat meringankan beban ekonnomi puluhan keluarga setempat

“Semoga wabah ini segera berlalu dan ekonomi masyarakat bisa kembali bangkit,” pungkasnya.

 

 

 

Penulis: Dila Nurfadila

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend