Inaq Lansia Sebatang Kara Dapat Bantuan Biaya Hidup Rumah Yatim

Inaq Lansia Sebatang Kara Dapat Bantuan Biaya Hidup Rumah Yatim

Usianya kini sudah 70 tahun lebih, Inaq Reme tak punya siapa-siapa. Di usia senjanya, ia hidup sebatang kara di Dusun Mapak Reong, Desa Kuranji Dalam, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Sudah sejak lama, suami dan 10 anaknya telah meninggal. Bilik bambu rumahnya yang hanya berukuran sekitar 3 x 4 meter ini menjadi saksi kehidupan Inaq selama ini.

“Kondisi rumahnya memprihatinkan, tidak layak huni, kamar tidur hanya terbuat dari bambu dan hanya dilapisi dengan kain, tanahnya pun milik tetangga,” papar Relawan Rumah Yatim Mataram, Maria Ulfa.

Sehari-hari, kata dia, Inaq mencari kayu bakar sebagai mata pencahariannya. Kayu bakar tersebut dijual kepada para tetangga. Dari hasil menjual, tak banyak yang didapat. Bahkan hanya beberapa ribu saja, tidak sampai puluhan ribu

Terkadang uang yang didapatnya itu untuk membeli beras saja tak cukup. Jika sedang sakit pun, Inaq hanya bisa mengharapkan belas kasian tetangga. Ulfa mengungkapkan, untuk makan sehari-hari, Inaq kadang dikasih makan oleh tetangga.

Melihat kondisi tersebut, Rumah Yatim Cabang Mataram NTB memberikan bantuan biaya hidup bagi Inaq Reme, Selasa (18/2) lalu. Harapannya, kata Ulfa, melalui bantuan ini bisa meringankan beban ekonominya.

“Semoga bantuan biaya hidup ini dapat membantu nenek Inaq untuk beberapa hari ke depan, harapannya ia tidak pernah putus asa atas keadaan ini,” tuntasnya

 

 

Jurnalis: Anjar Martiana
Redaktur : Dila Nurfadila

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Send this to a friend