Kehadiran Rumah Yatim (RY) di berbagi pelosok ternyata sangat membantu program pemerintah. Terutama program pengentasan kebodohan bagi anak-anak tidak mampu. Tidak hanya pemerintah, masyarakat pun menyambut baik kehadiran RY. Sebagai bukti, di setiap kota di mana RY berdiri, dukungan masyarakat tak pernah ada hentinya.
Melihat kondisi yang demikian, tak heran bila manajemen pun berhasrat ingin terus mendirikan dan membangun RY-RY di berbagai kota di seluruh Indonesia. Terlebih tidak sedikit masyarakat yang menginginkan RY hadir di kotanya.
Program-program yang digelontorkan Rumah Yatim (RY) selalu mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Salah satunya program Mencetak 50 Dokter Yatim. Kamis, 2 Mei 2013, Direktur Utama RY Lili H Abdurrahman dan Dewan Pembina RY Achmad Zaini berkunjung kekediaman Sekretaris Jenderal Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Seto Mulyadi di bilangan Cirendeu, Tangerang Selatan. Kedatangan RY langsung disambut gembira tuan rumah. Mereka pun lantas bercengkerama di ruang kerja lelaki yang kerap disapa Kak Seto.

Rumah Yatim (RY) memiliki jutaan cara untuk mengembangkan potensi anak asuhnya. Sudah banyak yang diluncurkan dan diperkenalkan kepada masyarakat. Kal ini, RY meluncurkan program baru yaitu mencetak 50 dokter yatim.
Program mencetak 50 Dokter Yatim bukanlah program gebyar-gebyar dan pencitraan. Namun, lebih merupakan bentuk kepedulian kongkret RY terhadap anak yatim, dunia pendidikan dan kesehatan.
Rumah Yatim Arrohman Indonesia Cabang Makassar menggelar orientasi pendidikan anak yatim, Jumat, 26 April sekitar pukul 14.00 Wita, di Gedung Islamic Center lantai VII, Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar, Jalan Sultan Alauddin, Kecamatan Tamalate. Kegiatan ini diikuti sekitar 147 anak.
Kepala Cabang Rumah Yatim Arrohman Indonesia, Solehuddin, di sela kegiatan, mengatakan, tujuan orientasi pendidikan anak ini diharapkan dapat memberikan hasil yang maksimal bagi para peserta.











