Ingin Beri Jubah Bagi Orangtua, Anak Asuh Rajin Hafalan Alquran

Memiliki orangtua merupakan sumber kebahagiaan bagi tiap manusia, namun bagaimana dengan anak-anak yatim. Di usia mudanya mereka sudah tak memiliki kesempatan berbakti kepada orangtua.

Hal itu pun yang dirasakan oleh anak asuh Rumah Yatim, khususnya anak asuh Rumah Yatim Cabang Tegal. Sebagai upaya baktinya kepada kedua orangtua, mereka saat ini sedang berusaha menjadi penghafal Alquran, agar kelak bisa memakaikan jubah kepada orangtunya.

Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang membaca Alquran, mempelajarinya dan mengamalkannya maka akan dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat yang mana cahayanya seperti cahaya matahari. Dan kedua orangtua-nya akan dipakaikan jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, ‘mengapa kami dipakaikan ini (jubah)?’, Dijawab, “Karena kalian berdua telah memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Alquran.”

Kutipan hadits tersebutlah yang terus dikatakan Jajang Khoeruman, Kepala Cabang Rumah Yatim Tegal kepada anak asuhnya, ketika anak asuhnya sudah  mulai kehilangan semangat menghafal Alquran.

Selain motivasi, Jajang pun menerapkan trik khusus agar anak-anak mudah menghafal dan tidak terlalu terbebani dengan banyaknya tugas (di sekolah dan asrama). Trik tersebut ialah, anak-anak diperbolehkan menyetor hafalan tigakali dalam seminggu. Untuk waktu penyetoran hafalan dilakukan setiap selepas shalat subuh.

“Alhamdulillah dengan trik ini, anak-anak selalu menyetorkan hafalannya. Setiap kali menyetorkan, mereka mesti mengulang hafalan ayat di hari sebelumya,” katanya.

Dengan metode tersebut, Ikin menilai sangat efektif, meski setiap anak memiliki hafalan yang berbeda-beda sesuai dengan kemampuan mereka. Saat ini masing-masing dari anak asuhnya sudah mampu menghafal sebanyak empat juz Alquran.

Jajang berharap, trik ini bisa menjadikan anak asuhnya sebagai seorang hafidz, agar banyak keberkahan yang mereka dapatkan. Salah satunya mereka dapat memberikan mahkota dan jubah kemuliaan kepada kedua orangtua mereka.

 

Jurnalis: Sinta Guslia

Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend