Iwan Beranikan Diri Ikuti Lomba Tahfidz Antar Sekolah se-Kota Medan

Membaca menjadi salah satu kegemaran Setiawan. Ia merupakan anak asuh Asrama Rumah Yatim Cabang Medan. Hobi membacanya itu membuat ia memberanikan diri mengikuti lomba tahfidz hafalan surat pendek antar Sekolah Menengah Pertama se-Kota Medan. Kegiatan ini digelar di Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Miftahussalam, Sabtu (9/2) lalu.

Kepada jurnalis Rumah Yatim, Setiawan mengaku sempat gugup di depan para juri. Karena baru pertama kalinya mengikuti lomba tahfidz. Namun hal itu bisa diatasinya dengan baik. Remaja berusia 12 tahun itu kini tengah mengenyam pendidikan kelas VII di MTs Al Ishlah, serta telah menyandang peringkat lima besar selama dua tahun berturut-turut.

Selain itu, ia juga aktif mengikuti Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Kecintaannya pada dunia literasi telah mengantarkannya naik peringkat tahap demi tahap. Yang semula tidak masuk di lima besar di sekolahnya, kini ia bisa masuk lima besar. Berbagai jenis buku ia baca dengan seksama, mulai dari buku pelajaran sekolah, buku tentang keagamaan hingga komik pun turut disenanginya.

Hal senada juga diungkapkan pengurus asrama, Marni, yang sehari-harinya mengurus belasan anak asuh Asrama Medan. Ia mengungkapkan, Setiawan merupakan salah satu anak asuh yang paling rajin membaca. Mulai dari membaca Quran hingga komik bergambar sangat digemarinya. Remaja asal Riau Pekanbaru ini memang berasal dari keluarga kurang mampu.

“Dia termasuk orang yang ceria dan paling rajin sekali membaca, apa saja dia baca. Hafalannya juga rajin, di sisi lain, di bidang olahraga pun dia menonjol karena futsal olahraga favoritnya,” ungkapnya.

Remaja yang masuk ke Asrama Medan sejak kelas 5 SD itu, menurutnya, merupakan sosok yang ceria dan mudah beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Iwan -sapaan akrabnya mengaku senang tinggal di Asrama Medan,  karena dirinya bisa mengetahui banyak hal. Mulai dari bertambahnya wawasan tentang keagamaan hingga ilmu pengetahuan umum. Selain itu, ia juga bertemu keluarga dan teman baru.

“Alhamdulillah senang sekali tinggal di sini (Asrama Rumah Yatim), saya dapat banyak hal. Mulai dari sekolah yang layak hingga teman baru yang sudah seperti keluarga, saya juga jadi bisa baca Alquran yang sebelumnya tidak bisa,” pungkas Iwan.

 

Jurnalis: Dila Nurfadila

Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend