Jarang Dapat Insentif, Rumah Yatim Beri Santunan Pengajar di Yayasan Al Anhar

Para pengajar di Yayasan Al Anhar menerima santunan dai dari Rumah Yatim Area Jawa Barat, Senin (17/12). Santunan tersebut diberikan karena para pengajar jarang mendapat insentif. Bantuan tersebut sebagai bentuk perhatian Rumah Yatim terhadap para da’i dilihat dari dedikasinya yang telah mengajar dengan ikhlas sepenuh hati tanpa memikirkan soal upah.

Bertempat di Yayasan Al Anhar, Kampung Mulyasari RT 06 RW 08, Desa Baleendah, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, santunan disalurkan kepada 15 da’i. Kasie Pemberdayaan Jawa Barat Solehudin menuturkan, setiap hari para da’i ini mengajar anak-anak untuk mendapat ilmu agama. Mulai dari tata cara shalat, berwudhu, adab berakhlak hingga mengaji.

Menurutnya, nasib para pengajar di yayasan tersebut kurang diperhatikan oleh pemerintah. Padahal setiap harinya para pengajar itu memiliki dedikasi yang tinggi untuk siswa di yayasan tersebut. Kendati demikian, mereka tetap ikhlas menjalaninya meskipun jarang diperhatikan. Terlebih insentif yang diberikan yayasan tidak pasti ada setiap bulannya karena keterbatasan yang dimiliki yayasan. “Insentif tuh kadang ada, kadang enggak. Tapi mereka ikhlas ngejalaninnya,” imbuhnya.

Menurut informasi yang diperolehnya, belum ada program bantuan serupa. Sehingga adanya bantuan tersebut sangan antusias bagi mereka. Bantuan itu juga, kata Solehudin, sedikitnya dapat membantu para da’i memenuhi kebutuhan biaya hidup keluarganya. Mengingat selain mengajar, mereka hanya bekerja serabutan demi menyambung hidup.

“Anak-anak kan bisa mengaji dari madrasah, jadi dari situlah yang kita bantu, memperhatikan da’i yang ada di Baleendah,” ungkapnya.

Adanya bantuan itu, ia berharap bisa membantu memenuhi kebutuhan keluarga para da’i. Selain itu, setidaknya bantuan itu dapat memberikan kebahagiaan untuk mereka yang belum pernah mendapat bantuan. Ia menambahkan, program santunan dai ini bisa secara merata disalurkan kepada para dai di seluruh Indonesia, khususnya area Jawa Barat.

 

Jurnalis: Dila Nurfadila

Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat