Jual Kebun Dirikan Madrasah Bagi Anak Yatim dan Dhuafa di Cileunyi

Jual Kebun Dirikan Madrasah Bagi Anak Yatim dan Dhuafa di Cileunyi

Berangkat dari rasa keprihatinan terhadap lingkungan sekitar yang tidak memiliki madrasah untuk belajar mengaji. Seorang pria bernama Adam Abdul Majid, mendirikan yayasan Madrasah Ibditaiyah dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) gratis bagi anak yatim dan dhuafa di kawasan Cileunyi..

Yayasan yang diberi nama MD Miftahul Qolbi itu, berlokasi di Kampung Cijati RT 03 RW 03 Cileunyi, Kabupaten Bandung. Untuk mendirikan yayasan tersebut, Adam harus melewati perjuangan yang berat.

Saat itu, sekitar tahun 80-an, Ia rela menjual warisan kebun miliknya untuk dijadikan modal awal pembangunan yayasan. Tekad yang kuat, Adam memberanikan diri untuk mendirikan musholla berukuran 4×6 meter.

“Dulu bukan diniah, pengajian anak-anak biasa dari tahun 80-an, kalau malam pake cempor. Alhamdulillah dengan susah payah, dalam jangka sekian tahun anak-anak terus meningkat,” kata Adam, Kamis (9/1).

Dengan bekal ilmu yang tidak seberapa, kata Adam, setiap hari dari siang hingga malam, Ia mengajar anak-anak mengaji seorang diri. Tanpa memungut biaya sepeserpun, tahun demi tahun anak-anak terus bertambah. Bahkan, pada tahun 2013 Ia mulai membangun sebuah yayasan dengan bangunan yang lebih besar dan kokoh terbuat dari tembok.

“Tahun 2013, kebetulan saat itu santrinya kebanyakan dari anak jalanan seperti preman, anak punk, alhamdulillah mereka sangat membantu, bahkan mereka membantu membangun madrasah ini,” jelasnya.

Namun kini, sejak Ia memutuskan untuk menikah dan memiliki 6 orang anak. Adam dibantu oleh istri, anak, dan mantunya untuk mengajar anak-anak serta ibu-ibu.

“Ngajar pagi ngaji sampai menjelang shalat dhuha. Terus jam 1-4 siang, malam ngaji habis magrib sampai setengah 10 malam. Setiap Rabu ada pengajian ibu-ibu,” tuturnya.

Selain mengajarkan ilmu agama kepada anak-anak, Adam dan keluarga membantu warga sekitar khususnya Ibu-Ibu untuk belajar membaca Al-Quran. Sebab, kata Adam, mayoritas warga disini masih buta huruf, lantaran pendidikan mereka hanya sampai sekolah dasar. Setiap hari Kamis, Adam juga selalu memberikan santunan berupa makan gratis bagi orangtua jompo.

Meskipun tidak mendapatkan bayaran sepeserpun, namun Ia selalu mendapatkan rezeki yang tidak Ia duga. Ia selalu yakin akan rencana Allah SWT.

“Kalau masalah dana, itu banyak yang nanya. Tapi kalau matematika manusia terbatas, kalau matematika Allah ga terbatas. Insyaallah karena ini disuruh Allah untuk memakmurkan Agama, akan memakmurkan kita dengan keajaiban. Setiap akan memberi makan, selalu ada rezekinya,” tuturnya.

Selain mengajarkan pendidikan agama, Adam mengajarkan anak-anak untuk belajar berwirausaha, melalui ternak lele dan ayam. “Ada ternak lele, mengurus ayam, jadi supaya mereka terbantu dan ada bekal dalam urusan duniawi,” katanya.

Adam berharap dirinya dan keluarga mampu memberikan pendidikan yang seimbang antara kehidupan dunia dan akhirat. Dirinya bermimpi kelak bisa mendirikan sebuah sekolah khusus bagi anak yatim dan dhuafa.

“Saya ingin membangun sekolah khusus anak yatim piatu dan dhuafa. Karena banyak anak yang putus sekolah, dan ingin mengadakan pendidikan bagi anak yang putus sekolah meskipun umurnya sudah dewasa,” harap Adam.






Penulis: Tanti Sugharti
Redaktur: Calam Rahmat

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Powered by

Send this to a friend