Jualan Peyek, Azizah Berjuang Seorang Diri Hidupi Tiga Anaknya

Sejak suaminya meninggal sekitar 100 hari yang lalu, Azizah (35) harus menghidupi anaknya seorang diri. Ia rela banting tulang demi tercukupinya kebutuhan ketiga anaknya yang masih sekolah. Setiap hari, ia mencari sesuap nasi dari hasil berjualan peyek.

Mulai dari dini hari, Azizah sudah harus membuat adonan peyek. Lalu menggoreng dan membungkusnya untuk dititipkan di warung-warung. Ia tak sendirian, ada anak pertama dan keduanya yang setia membantu.

Menurut Kepala Cabang Rumah Yatim Tegal, Jajang Khoeruman mengatakan, anak pertama Azizah masih berusia 13 tahun, anak keduanya 8 tahun, dan anak ketiganya baru 9 bulan. Hal itulah yang menyebabkan Azizah tak bisa meninggalkan anak bungsunya.

“Alhamdulillah anaknya pada baik dan mau membantu, jadi ibunya bisa menjaga anak terakhirnya yang masih bayi,” kata Jajang. Tak banyak yang dihasilan dari usaha peyeknya itu, terkadang Azizah mengaku masih sering kekurangan.

Walau begitu, Azizah tetap menjalani usahanya ini dengan tekun dan penuh kesabaran. Sebab, ia harus berjuang melewati berbagai rintangan hanya demi ketiga buah hatinya. Baginya, ketiga anaknya sangat berharga dan anugerah dari Allah.

Sebagai upaya membantu kondisi ekonomi Azizah dan keluarga, Rumah Yatim Cabang Tegal memberikan bantuan sembako, pada Senin (21/9). Bantuan tersebut guna meringankan beban Azizah, yang membasarkan anaknya sendirian.

Jajang menambahkan, walau bantuannya tidak banyak, namun harapannya bisa bermanfaat. “Mudah-mudahan menjadi berkah,” pungkasnya. Selain Azizah, kedua anaknya pun mendapat bantuan beasiswa dhuafa dari Rumah Yatim guna mendukung pendidikannya.

Jurnalis: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend