Kakek Miin, Tukang Patri Keliling di Candi Sidoarjo Terharu Kembali Terima Bantuan Rumah Yatim Jatim

Raut wajah bahagia tidak dapat disembunyikan dalam diri Kakek Miin (65), tukang patri keliling di kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, saat kembali menerima bantuan biaya hidup dari Rumah Yatim cabang Jawa Timur.

Kakek Miin mengatakan, bantuan dari Rumah Yatim dan donatur sangat bermanfaat dan membantunya. Ia sangat senang dan bersyukur bisa kembali menerima bantuan tersebut.

“Terima kasih Rumah Yatim dan donatur atas bantuan keduanya, semoga gusti Allah membalasnya dengan keberkahan, kesuksesan dan pahala yang berlipat ganda,” ujarnya.

Diketahui, bantuan yang diberikan Rumah Yatim sama seperti sebelumnya yakni, uang tunai dan sembako. Bantuan tersebut diberikan untuk meringankan beban dan membantu memenuhi kebutuhan hidup kakek Miin sampai beberapa bulan kedepan.

Terhitung sejak tahun 1991 lalu kakek Miin menggeluti profesi sebagai tukang patri keliling. Kala itu, jasanya masih ramai digunakan.

Namun, seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, kini jasa kakek Miin pun mulai ditinggalkan. Orang-orang sudah tidak tertarik lagi menggunakan jasanya.

Meski demikian, kakek Miin tetap semangat menjalani hari-hari sebagai tukang patri keliling. Berbekal alat patri tuanya, lansia ini berjalan menyusuri tempat-tempat sejauh 20 KM. Tidak peduli hujan dan panas, ia tetap gigih menawarkan jasanya.

Kakek Miin pulang ke kontrakannya hanya seminggu sekali, hal itu ia lakukan karena belum mendapat uang. Jika tidak pulang, lansia itu akan tidur di mushola, masjid, ataupun di salah satu rumah warga yang merasa iba padanya.

Dalam seminggu, kakek Miin hanya mendapat penghasilan 30 ribu saja. Jika uangnya belum terkumpul, terpaksa kakek tidak makan dan hanya minum air dari keran masjid untuk mengganjal perutnya.

“Kakek pulang seminggu sekali, biasanya dalam seminggu itu kakek dapat uang 30 ribu,” ujarnya.

Lebih lanjut, kakek Miin bercerita jika dirinya kerap kali menahan lapar ketika keliling, ia belum bisa membeli makanan karena belum memiliki uang.

“Kakek harus kerja buat makan sama ngasih ke cucu, kakek ngga bisa bergantung ke anak soalnya dia juga sama lagi susah,” ungkapnya.

Di rumah kontrakan kecilnya, kakek Miin tinggal seorang diri, istrinya sudah lama meninggal karena penyakit stroke.

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Send this to a friend