Karina, Anak Asuh Baru Mengaku Senang Tinggal di Asrama Tanjung Karang

Rumah Yatim Tanjung Karang Lampung kembali mempunyai anak asuh baru, ia bernama Karina (11) berasal dari Desa Nibung RT 003/001, Kec. Gunung Pelindung, Kab. Lampung Timur.

Ia merupakan anak pertama dari dua bersaudara, ibunya meninggal ketika ia masih berusia 8 tahun, karena menderita komplikasi penyakit kanker rahim dan kencing manis. Sekarang ia tinggal bersama ayah, adik, nenek dan kakeknya di sebuah rumah tua milik kakeknya.

Karina tumbuh sehat di keluarga yang sangat sederhana, ayahnya sekaligus tulang punggung keluarga bekerja sebagai buruh angkut kayu dengan penghasilan yang tidak seberapa. Meski hidup sederhana dan sering kesulitan membeli kebutuhan sekolah, Karina tidak pernah patah arang untuk tetap bersekolah agar bisa menggapai mimpinya. Ia pun dikenal sebagai anak yang berprestasi, rajin dan ramah.

Dipaparkan Kepala Asrama Rumah Tanjung Karang, Weli, rencananya di tahun 2016 lalu Karina ingin dijadikan anak asuh. Karina sangat senang mengetahui hal tersebut, namun neneknya belum bisa melepas Karina. Upaya Weli untuk membantu meringankan beban keluarga Karina dan wujudkan cita-cita tidak sampai disitu. Setiap ada kesempatan, Weli selalu berkunjung ke kediaman Karina untuk bersilaturahmi dan memberikan santunan.

Seiring berjalannya waktu, hati nenek Karina luluh. Ia akhirnya mengizinkan cucunya untuk dididik di Rumah Yatim. Neneknya ingin kehidupan dan pendidikan cucunya lebih baik. Ia tidak ingin semangat cucunya menggapai cita-cita terhenti karena keterbatasan ekonomi.

“Karina bercita-cita menjadi seorang guru, nenek Karina sering melihat cucunya mengajari adiknya. Tidak hanya itu, Karina pun sering menunjukan nilai ulangannya yang bagus-bagus. Kedua hal tersebut menjadi salah satu alasan neneknya mengizinkan Karina tinggal di Rumah Yatim,” tutur Weli.

Terhitung dari berita ini dibuat, Karina sudah tiga hari tinggal di Rumah Yatim. Di asrama, ia dikenal sebagai anak yang ramah, rajin dan murah senyum. Maka tak heran, jika ia mempunyai banyak teman meskipun baru sebentar di asrama. Karina pun dikenal sebagai anak yang paling rajin bangun tahajud, dan beres-beres asrama.

Karina berkata pada Weli bahwa ia sangat senang tinggal di asrama. Disana ia bisa bersekolah dan membeli kebutuhan sekolah tanpa membebankan ayahnya. Di asrama pun ia bisa belajar ngaji pada pengurus dan teman asuhnya, kapanpun ia mau.

“Alhamdulillah Karina orangnya ramah, sehari di asrama sudah akrab dengan teman asuhnya. Hari ini adalah hari pertama ia bersekolah, semoga di sekolah barunya Karina bisa lebih berprestasi, semoga dengan tinggalnya Karina di Rumah Yatim bisa membantu menggapai cita-citanya dan menjadikan ia sukses sehingga kelak ia bisa memperbaiki kondisi keluarganya,” kata Weli.

 

Di tulis oleh : Sinta Guslia Pada tanggal 2018-08-01 16:54:11

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend