Tinggal di sebuah bangunan berbahan dasar triplek yang dihuni oleh sepasang lansia menjadi pemandangan awal kedatangan tim Rumah Yatim Cabang Medan di Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Sumatera Utara, Selasa (11/9) lalu. Dia adalah Misni, seorang nenek berusia 66 tahun yang hidup di sebuah bangunan bersama sang suami, Sofyan Harahap (76).

Menurut Kepala Cabang Medan, Harun mengungkapkan, saat kedatangan tim Rumah Yatim ke kediaman sepasang lansia tersebut, dalam kondisi memprihatinkan. Kondisi ekonomi pun berada di bawah garis kemiskinan. Sang suami sebagai kepala keluarga, yang dulunya bekerja sebagai tukang becak sudah tidak mampu bekerja lagi karena memiliki penyakit asma yang seringkali kambuh.

“Jadi si kakek ini dulunya tukang becak. Sekarang sering sakit-sakitan, sehingga terputus mata pencahariannya sudah sejak beberapa bulan,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Harun, untuk memenuhi kebutuhannya sepasang lansia ini hanya mengandalkan belas kasihan dari saudara dan tetangganya. Di lain sisi, ia juga harus mengurus cucunya. Karena anaknya bekerja di luar kota dan jarang kembali ke kampung halamannya.

“Jadi mereka hanya mengandalkan uluran tangan dari saudara dan tetangga,” imbuhnya.

Kondisi ini lantas tak membuat mereka berputus asa, berbagai upaya dilakukan Misni untuk memenuhi kebutuhannya. Oleh karena itu, Rumah Yatim menyusuri ke kediamannya untuk memberikan bantuan biaya hidup demi memenuhi kebutuhan sepasang lansia tersebut.

Lebih lanjut ia menghimbau dan mengajak kepada masyarakat untuk lebih peka terhadap sesama yang kondisinya kurang beruntung di lingkungan sekitar. Karena, menurutnya, masih banyak masyarakat prasejahtera yang membutuhkan perhatian dan uluran tangan dari berbagai pihak.

Harun berharap bantuan yang diberikan Rumah Yatim saat datang kediamannya dapat membantu dan memberikan suntikan semangat untuk mereka yang berjuang memenuhi kebutuhan hidupnya.

 

Jurnalis: Dila Nurfadila

Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat