Kehilangan Kaki Sejak Kecil, Mari’ah Tetap Berjuang

Kehilangan Kaki Sejak Kecil, Mari’ah Tetap Berjuang Hidup

Sejak kecil, Mari’ah (56) sudah kehilangan kaki kirinya yang diakibatkan oleh kecelakaan lalu intas. Untuk mobilitas sehari-harinya, ia menggunakan tongkat sederhana yang terbuat dari bambu. Di tengah keterbatasan fisik dan himpitan ekonominya, ia tinggal seorang diri tanpa suami dan sanak keluarga. Ia tinggal di rumah sederhana yang berlokasi di Kampung Cijulang, Desa Ciparahu, Kecamatan CIhara, Lebak, Banten.

Menjadi disabilitas tidak membuat Mari’ah berkecil hati. Bahkan, sejak dulu terus berjuang sekuat tenaga untuk memenuhi kebutuhan hariannya. Saat ini, setiap hari ia pergi ke ladang untuk bekerja sebagai buruh tani perkebunan. Hasil yang diperolehnya pun tidak seberapa, hanya cukup untuk kebutuhan makan sendiri. Meski demikian, ia tetap bersyukur masih diberikan rezeki oleh Allah swt.

Kepada tim Rumah Yatim Jabodetabek, ia mengaku kesulitan menggunakan tongkat tersebut. Seringkali dia merasakan sakit dan keram pada lengannya. Bekerja tanpa kaki memang menyulitkan, namun tongkat bambu yang usang itulah menjadi pengganti kaki kiri nya. Untuk itu, Minggu (5/7) lalu, Rumah Yatim memberikan bantuan tongkat medis sebagai alat bantu jalan dalam memudahkan aktivitasnya.

“Saya sangat berterima kasih, bantuan tongkat ini sangat membantu sekali. Saya doakan seluruh donatur dan tim Rumah Yatim semoga dalam kesehatan selalu,” Ujarnya

Selain tongkat, tim Rumah Yatim juga memberikan bantuan sembako untuk mencukupi kebutuhannya sehari-hari. Adanya bantuan tersebut membuat Mari’ah sangat bersyukur dan terharu. Karena di tengah situasi sulit ini, ada yang memperhatikan nasibnya. Terlihat kebahagiaan dari raut wajah lansia tersebut.

“Alhamdulillah sangat terbantu sekali. Sekarang saya bisa terbantu aktivitasnya melalui tongkat jalan ini, terima ksih banyak,” imbuhnya.

 

 

 

Penulis: Dila Nurfadila

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend