Kehilangan Kedua Orangtua, Dina Dapat Suntikan Semangat dari Rumah Yatim Aceh

Tahun 2020 ini bagi Dina Adiba (10) dirasa sangat berat. Sebab, siswa kelas 4 SD itu harus kehilangan kedua orangtuanya di waktu yang tak berselang lama. Ibunya meninggal terlebih dahulu, yang kemudian disusul ayahnya. Kini, Dina tinggal bersama bibinya di Desa Lambunot, Kec. Simpang Tiga, Kab. Aceh Besar.

Kepala Cabang Rumah Yatim Cabang Aceh, Sodikin mengungkapkan, ibunda dari Dina meninggal akibat kecelakaan dan mengalami koma selama tiga pekan di rumah sakit dan akhirnya harus menghembuskan napas terakhir. Sedangkan, ayahnya meninggal akibat kehilangan sang istri yang menyebabkan dirinya mengalami gangguan jiwa dan lama kemudian meninggalkan Dina untuk selama-lamanya.

Hingga saat ini, kesedihan masih terus membayangi Dina. Dirinya masih tak menyangka semua akan terjadi secepat ini. Walau begitu, ia beruntung memiliki bibi yang mau mengurus dan membesarkannya. Diketahui, suami bibi telah lama meninggal dunia dan meninggalkan enam orang anak.

“Jadi bibi itu mengurus 7 anak yatim. Tapi Alhamdulillah ada yang sudah besar, jadi anaknya yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” jelasnya.

Anak bibi tersebut, kata dia, bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan yang cukup minim. Meski begitu, ia terus berjuang memenuhi kebutuhan bibi dan keluarga. “Karena jika buka dia yang bekerja, siapa lagi,” kata Sodikin.

Melihat kondisi itu, Rumah Yatim Cabang Aceh memberikan bantuan perlengkapan sekolah bagi Dina, Rabu (19/8). Walau kondisi ekonomi keluarga sangat terbatas, namun Dina perlu tetap sekolah dan mendapat dukungan bagi pendidikannya.

Anak yang bercita-cita sebagai ustadzah itu senang mendapat perlengkapan sekolah baru, karena punya dia sebelumnya telah rusak. Selain Dina, ada 23 anak yatim dan dhuafa lainnya di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 35 Aceh Besar yang mendapat bantuan tersebut.

“Ya mudah-mudahan bantuannya bermanfaat dan bisa menjadi berkah bagi semua. Juga dapat menjadi penyemangat bagi anak asuh untuk terus giat belajar dan menggapai impiannya,” tutup Sodikin.

Jurnalis: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Send this to a friend