Kehilangan Pekerjaan Akibat Pandemi, 105 Da’i di Medan Terima Santunan

Akibat pandemi Covid-19, aktivitas belajar dan mengaji Alquran yang dilaksanakan rutin setiap hari, harus terhenti. Hal itu untuk menghindari orang berkumpul dan berkerumun dalam masjid atau ruangan belajar lain. Salah satunya di Masjid Al Ihsan, Jl. Karya Wisata Ujung, Komplek Griya Wisata Indah, Medan Johor.

Para da’i atau pendakwah pun kehilangan pekerjaannya untuk sementara. Atas kondisi itu, Rumah Yatim Cabang Sumatera Utara memberikan santunan kepada 105 da’i di Kota Medan. Penyaluran santunan tersebut dilakukan selama dua hari berturut-turut, pada Rabu-Kamis (23-24/9).

Menurut Relawan Rumah Yatim Cabang Sumut, Ibnu mengatakan, santunan diberikan guna mendukung para da’i untuk tak patah semangat. Walau kondisi sedang pandemi seperti ini, harapannya tak menyurutkan niat baik mereka untuk terus menyebar kebaikan.

“Alhamdulillah meskipun dilanda hujan deras, para da’i sangat bersyukur dengan adanya santunan Rumah Yatim ini. Mereka sangat mengapresiasi bantuan yang diberikan, karena masih bisa merasakan kepedulian dari berbagai pihak, khususnya donatur Rumah Yatim,” paparnya.

Ia juga mengungkapkan, rata-rata, kata dia, penerima bantuan kali ini adalah dari kalangan pelajar yang tinggal di masjid sembari kuliah untuk mendapatkan gelar sarjana, meski bukan berasal dari Kota Medan.

“Ditambah lagi, ada juga pengajar mengaji yang bersedia menjadikan rumahnya sebagai tempat mengaji dan rela tidak dibayar,” ujarnya. Perjuangan mereka tentu patut diacungi jempol. Melalui santunan inilah Rumah Yatim memberikan apresiasinya.

Ibnu berharap, apa yang Rumah Yatim berikan bisa bermanfaat untuk kehidupan para da’i ke depannya. Meski tidak banyak, namun harapannya bisa meringankan beban mereka. “Mudah-mudahan menjadi berkah, baik yang menerimanya maupun yang memberi,” tandasnya.

Jurnalis: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend