Kehilangan Sosok Ayah, Kakak Beradik di Tegal Dapat Perhatian dari Rumah Yatim

Sudah hampir dua bulan, Alfiyah dan Syifa kehilangan ayahanda untuk selama-lamanya. Kesedihan masih membayangi pelupuk mata mereka. Kini, kakak beradik itu hanya miliki sang ibunda, Fatimah.

Semenjak saat itu, Fatimah harus berjuang banting tulang untuk memenuhi kebutuhan hidup kedua anaknya yang masih sekolah. Melalui berjualan jajanan ringan di dekat sekolah, Fatimah mendapat penghasilan. Walau tidak banyak, ia bersyukur ada untuk memenuhi kebutuhan pokok anaknya.

Menurut Kepala Cabang Rumah Yatim Tegal, Jajang Khoeruman mengatakan, penghasilan Fatimah dalam sehari berkisar di angka 20 ribu rupiah. Bahkan, Fatimah pernah mendapat penghaslan hanya 10 ribu atau 5 ribu rupiah.

“Sangat memprihatinkan ibu Fatimah ini, kasian dia berjuang sendirian,” ungkapnya. Meski begitu, Fatimah tetap menekuni pekerjaannya. Sebab, tak ada lagi yang bisa ia lakukan.

Selama Fatimah mencari sesuap nasi, Alfiyah sebagai kakak menjaga dan mengurus Syifa. Karena adiknya itu butuh perhatian khusus. “Kondisinya memang Syifa tidak bisa berjalan sejak kecil, dikarenakan lahir prematur,” kata Jajang.

Hal itu membuat Alfiyah harus selalu ada di samping Syifa untuk memenuhi segala kebutuhannya. Salah satunya saat tim Rumah Yatim Cabang Tegal datang berkunjung ke kediamannya di Desa Kramat RT 01 RW 01, Kec. Kramat, Kab. Tegal, Alfiyah sedang menyuapi makan Syifa.

Kunjungan Rumah Yatim tersebut untuk memberikan program beasiswa dhuafa bagi Alfiyah dan Syifa, pada Senin (21/9). Bantuan diberikan guna membantu memenuhi kebutuhan pendidikan keduanya.

Harapannya, sambung dia, bisa meringankan beban Fatimah. “Semoga bantuan ini bermanfaat dan meningkatkan semangat belajar mereka agar lebih giat, serta optimis akan masa depan yang gemilang,” tuturnya.

Jurnalis: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend