Kendala Tak Surutkan Relawan Salurkan Bantuan Bagi Korban Banjir

Berbagai kendala ditemui tim relawan Rumah Yatim saat hendak menyalurkan bantuan paket makanan siap saji untuk ratusan korban banjir, Kamis (4/4) malam. Hal itu karena hujan deras kembali mengguyur Kabupaten Bandung dan sekitarnya, sehingga volume air dari genangan banjir pun kembali naik, sehingga menyulitkan tim relawan untuk menyalurkan bantuan.

Kendati demikian, berbagai rintangan yang dihadapi tak menyurutkan semangat tim relawan agar bantuan dapat diserahkan langsung kepada para korban banjir. Relawan Rumah Yatim Solehudin memaparkan, keberangkatan tim relawan dari kantor pusat menuju lokasi banjir hampir tiga jam lebih. Hal itu dikarenakan arus lalu lintas Kota Bandung menuju Kabupaten Bandung padat merayap. Ditambah akses menuju lokasi banjir sulit dilewati.

“Ketika udah sampai lokasi banjir, hujan deras lagi, volume air pun jadi naik. Akhirnya sekitar pukul 11 kita tetap menyalurkan bantuan di Dayehkolot. Kita nganterin makanan ke rumah-rumah menggunakan perahu yang kita bawa,” terangnya.

Menurut informasi yang didapat relawan, daerah Dayeuhkolot dan Andir adalah daerah terparah yang terkena banjir di Kabupaten Bandung ini. Ia bersyukur bantuan ini bisa tersalurkan di dua daerah tersebut, meskipun bertemu berbagai kendala. Saat ini warga hanya bisa pasrah di lantai dua rumahnya. Sambil menanti genangan air yang merendam rumah-rumah tersebut hingga surut.

Menurut BMKG, diprediksi hujan deras di wilayah kota maupun kabupaten Bandung masih akan terus berlangsung selama satu minggu ke depan. Oleh karena itu, Rumah Yatim akan membuat dapur umum untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan para korban yang tidak bisa keluar rumah.

“Nanti kita (Red: Rumah Yatim) akan buka dapur umum, insya Allah kita akan memaksimalkan lima hari untuk membantu warga yang kena banjir di Dayeuhkolot,” pungkasnya.

 

Jurnalis: Dila Nurfadila

Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend