Ketentuan Zakat dan Hukumnya Menurut Islam

Bagi setiap umat muslim membayar zakat merupakan satu keutamaan diantara ibadah lain. Zakat juga telah diwajibkan oleh Allah dan ditetapkan sebagai salah satu rukun Islam seperti yang terkandung dalam hadis di dalam kitab Arba’īn Nawāwī:

“Abu Abdurrahman Abdullah bin Umar bin Khatab ra berkata. Aku pernah mendengar Rasulullah bersabda: “Islam dibangun atas lima rukun, yaitu syahadat bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan-Nya, mendirikan shalat, membayar zakat, menunaikan haji ke Baitullah dan puasa Ramadhan. (HR. Bukhari dan Muslim). (Hadits Arba’in An-Nawawiyah Terjemah
Bahasa Indonesia, n.d., p. 5)

Secara istilah zakat merupakan harta yang wajib dikeluarkan dari kekayaan seseorang kepada mereka yang berhak menerima zakat (mustahiq zakat). Di dalam alquran pula telah disebutkan wajibnya umat islam membayar zakat. Diantaranya ialah dalam Alquran Surat Al-Baqarah Ayat 43:

“Dan laksanakanlah sholat, tunaikan zakat, dan rukuklah beserta orang yang rukuk” (QS Al-Baqarah:43)

Di dalam surat tersebut dijelaskan, setiap umat islam wajib mengeluarkan zakat dari harta yang telah Allah berikan. Disamping tetap menjalankan seluruh salat yang sempurna beserta rukun-rukunnya.

Adapaun penerima zakat telah tercatat di dalam Alquran Surat At-Taubah Ayat 60.

“Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berutang, untuk jalan Allah, dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana.

Sebaliknya di dalam alquran pula dijelaskan orang yang enggan membayar zakat akan mendapatkan balasan yang setimpal atas perbuatannya. Hal itu tercatat di dalam Alquran Surat At-Taubah Ayat 34-35.

“Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menginfakkannya di jalan Allah, maka berikanlah kabar gembira kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) azab yang pedih, pada hari ketika emas perak itu dalam neraka jahanam, lalu dengan itu disetrika dahi, lambung dan punggung mereka (seraya dikatakan) kepada mereka, “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.” (QS At-Taubah 34-35)

*Diolah dari berbagai sumber

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend