Keterbatasan Ekonomi Membuat Putri Putus Sekolah, Rumah Yatim Datang Beri Beasiswa

Sanawiyah Putri (8), sudah tiga tahun ini menjalani masa taman kanak-kanak. Namun ia memiliki keterbatasan dalam pelajaran akademik. Akhirnya, dengan sangat disayangkan, anak yatim itu harus berhenti sekolahnya.

Hal itu disampaikan oleh neneknya, Sopi Inah (78). Diketahui, sang ayah telah lama meninggal dunia. Sedangkan, sang ibunda memilih pergi entah ke mana. Kini, putri hanya tinggal berdua bersama neneknya di sebuah rumah sederhana di Kelurahan Lamaru, Kecamatan Balikpapan Timur, Kota Balikpapan.

Sebetulnya, Sopi Inah ingin sekali melihat cucunya itu bersekolah seperti anak-anak pada umumnya. Namun, keterbatasan ekonomi pula yang membuat pendidikannya terhenti. “Yang mahal itu biaya sehari-harinya karena sekolah sini cukup jauh, jadi harus naik angkutan umum,” ungkapnya.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup, sudah hampir 10 tahun ini ia bekerja sebagai asisten rumah tangga. Dari pekerjaannya itu tak banyak penghasilan yang ia dapat. Hanya sekitar 100 hingga 200 ribu rupiah perbulan.

“Upah saya sedikit sekali, makanya saya buka warung kecil-kecilan di rumah, ya lumayan untuk nambah-nambah, walau sebetulnya masih belum cukup,” tutur Sopi Inah.

Oleh karena itu, demi membantu Sopi Inah dalam mendukung pendidikan cucunya, Rumah Yatim Cabang Kalimantan Timur memberikan beasiswa dhuafa, pada Kais (24/9). Hal ini agar Putri bisa melanjutkan sekolahnya kembali.

“Mudah-mudahan Putri mau sekolah lagi, dan bisa meraih cita-cita, supaya bisa membanggakan neneknya,” kata Kepala Cabang Rumah Yatim Kaltim, Riki Setiawan. Selain Putri, ada puluhan anak yatim dhuafa lainnya di Kel. Lamaru, Kec. Balikpapan Timur, Kota Balikpapan, yang menerima beasiswa tersebut.

Jurnalis: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend