Ketua MUI Jabar: Umat Harus Maknai Idul Adha Lewat Ketaqwaan Beribadah

Idul Adha menjadi momen bagi umat muslim di seluruh Indonesia. Tidak terkecuali bagi masyarakat yang menjalankan ibadah shalat ied di pelataran SD El Fitra (Islamic Scientific School) Bandung, Jalan Cibodas Raya No. 49, Kelurahan Antapani Kidul, Kecamatan Antapani, Kota Bandung, Rabu (22/8).

Sejak petang kemarin keramaian sudah terlihat. Bahkan, masyarakat menyambut haru tibanya Hari Raya Idul Adha 1439 Hijriah. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat, Rachmat Syafe’i pada kesempatan ini bertindak sebagai khotib. Ia menyampaikan, agar umat muslim senantiasa meningkatkan iman dan Islam di momen yang agung ini.

“Menyadari sepenuhnya kita ini hamba yang lemah dari godaan dunia,” papar Rachmat Syafe’i.

Semestinya, setiap muslim pada hari raya ini bisa memaknai esensi ibadah haji dan ibadah qurban. Pertama ibadah haji mengandung kehambaan yang hakiki ketaqwaan. Ibadah haji, kata Rachmat, ialah ibadah yang memandang sebagai ketaqwaan dalam mematuhi perintah Allah baik dengan harta maupun raga.

Bahwa nilai ibadah haji harus diaktualisasi dalam kehidupan sehari- hari. Seperti harmoni dan rukun dalam menjalankan sosial. Sedangkan qurban merupakan bermakna mendekatkan diri kepada Allah dengan potensi yang ada.

“Sesuai kemampuan diri masing masing,” paparnya saat menyampaikan khutbah saat shalat Idul Adha.

Sesungguhnya Allah menerima qurban dari orang-orang yang bertaqwa dikutipnya dari salah satu riwayat Rasulullah SAW. Di samping itu, ia juga berpesan lewat ibadah qurban ini umat muslim bisa meneladani nabi-nabi terdahulu. Khususnya pengorbanan Nabi Ibrahim a.s dan Nabi Ismail a.s.

“Berlomba boleh dalam berqurban, akan tetapi harus mengedepankan ketaqwaan,” terangnya.

 

Jurnalis: Calam Rahmat

Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat