Kiki, Remaja Pengidap Gagal Ginjal Berjuang Untuk Sembuh

Kiki, Remaja Pengidap Gagal Ginjal Berjuang Untuk Sembuh

Sejak lahir hingga usia 10 tahun, ia tak bisa jalan. Gendongan sang ayah menjadi pelipur lara aktivitasnya sehari-hari. Tinggal di pinggirin Kota Bandung, membuat Kiki Anugrah (16) hanya mendapatkan pengobatan seadanya. Perjuangan sang ayah menjadi usaha terakhir, saat ibunda Kiki dipanggil oleh Yang Maha Kuasa.

Sebenarnya, Kiki sudah bisa berjalan saat usianya menginjak 10 hingga 15 tahun. Namun, setahun ke belakang dirinya kembali mengalami kelumpuhan hampir secara total. Kini, ia hanya bisa berbaring. Bahkan, hanya untuk memegang sendok makan, dirinya tak kuasa. Sejumlah pengobatan telah ditempuh Kiki dari hasil bekerja sang ayah sebagai tukang reparasi barang bekas.

Penghasilan yang minim membuat Kiki hanya mengandalkan asuransi kesehatan yang disediakan program pemerintah. Tangis itu pecah, saat sang ayah bertutur cerita tentang perjuangannya selama ini merawat Kiki. Di sisa usianya yang saat ini, tubuh lusuhnya terus berjuang memberikan pengobatan yang terbaik untuk sang anak.

“Berobat terus-terusan dan sekarang dengan kondisi umur saya yang sudah tua tidak bisa memenuhi segalanya. Karena saya tidak mempunyai pekerjaan yang tetap. Hanya memungut barang bekas, dan kemudian dijual kembali,” ungkap sang ayah, saat disambangi oleh Tim Rumah Yatim.

Saat ini, Kiki harus mondar-mandir dengan sepeda yang dikayuh sang ayah ke rumah sakit untuk menjalani pengobatan. Menurut sang ayah, dokter mendiagnosa Kiki mengidap penyakit gagal ginjal. Sontak, kabar tersebut membuat dirinya tidak percaya. Namun, semangat dirinya yang terus membara, membuat orang-orang di sekelilingnya memberikan dukungan. Bahkan tidak jarang, kata dia, dirinya meminta bantuan kepada tokoh masyarakat sekitar.

“Karena rezeki anak sudah ada saja, kadang ada sedekah dari masyarakat untuk anak saya,” papar sang ayah.

Kini, sang ayah hanya memasrahkan diri dan anaknya kepada Allah. Senandung doa telah dipanjatkan dirinya siang dan malam. Bahkan, air matanya sudah kering tak kuasa melihat sang anak yang tidak bisa berjalan layaknya anak seusianya. Hanya doa dan harapan bantuan yang kini dituangkan dalam harinya.

 

Di tulis oleh : Calam Rahmat Pada tanggal 2018-05-04 19:02:05

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend