Kisah Keluarga Nenek Salamah Bertahan di Mushola Pasca Tsunami

Kisah pilu terus membiru, di mushola itu satu keluarga hidup dan bertahan. Masih teringat jelas gemuruh air yang meluluhlantahkan bangunan rumah dan membawa mereka. Tidak ada harta bahkan baju yang dipakai menjadi satu-satunya barang berharga yang saat ini dimiliki.

Wajahnya tak kuat menahan haru, saat tim relawan Rumah Yatim datang bersilaturahmi ke keluarga nenek Salamah. Ia berbincang dengan cukup lirih, menahan air mata atas tragedi alam yang menimpa mereka. Teringat, malam purnama akhir pekan kemarin menjadi luka yang mungkin akan membekas hingga nanti.

Hanya bangunan mushola dan karpet hijau menjadi penghangat saat malam tiba. Rasa nyaman masih cukup bisa dinikmati. Namun, rasa was-was masih terus menghantui. Apalagi hujan masih cukup deras mengguyur wilayah nenek Salamah tinggal. Bahkan sirine peringatan tsunami yang terus berbunyi menjadi hantu yang terus berdenging.

Menurut pemaparan relawan Rumah Yatim Regional Jabodetabek, Nurul Fitri, seluruhnya merupakan satu keluarga dari nenek Salamah, yang saat ini masih tinggal sementara di mushola tersebut. Hal itu dikarenakan rumah-rumah mereka seluruhnya hancur terkena tsunami yang menerjang akhir pekan lalu.

“Sampai saat ini juga ada salah satu keluarganya yang belum ditemukan,” papar Nurul.

Ia menambahkan, kedatangan tim relawan di hari kemarin untuk membagikan paket makanan bagi keluarga tersebut. Mereka adalah sebagian kecil dari ratusan korban lainnya yang saat ini tinggal dan tersebar di sejumlah titik di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang.

“Saat kita memberikan makanan, mereka langsung memakannya karena belum makan,” paparnya.

Keluarga nenek Salamah, hanya satu dari ribuan keluarga lainnya yang saat ini harus bertahan seadanya. Bantuan dan dorongan semangat dari sejumlah pihak, kata Nurul, menjadi pengobat pilu. Bantuan makanan menjadi prioritas utama untuk mereka yang saat ini masih bertahan di posko-posko penampungan sementara.

Di sisi lain, di waktu yang hampir bersamaan tim relawan Rumah Yatim Regional Jabodetabek membagikan 500 paket makanan siap saji kepada para korban. Seluruh makanan dibagikan dengan cara mendatangi setiap posko penampungan. Di antaranya mushola, rumah-rumah warga, dan tenda-tenda kecil darurat.

 

Jurnalis: Calam Rahmat

Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend