Kisah Pilu Sari Jalani Ramadhan Tanpa Orang Tua

Kisah Pilu Sari Jalani Ramadhan Tanpa Orang Tua

Ramadhan kali ini terasa berbeda pula bagi Sari Fitri Ramdhani (12), seorang anak yatim piatu yang telah ditinggal mendiang kedua orangtua nya sejak balita. Saat ini ia tinggal bersama neneknya yang hidup di tengah himpitan ekonomi. Sari juga merasa sedih ketika tidak bisa merasakan kasih sayang dari kedua orangtua seperti anak anak lainnya.

“Suka duka ramadhan kali ini, Sari tidak bisa menjalankan puasa dengan bapak dan ibu, jadi sangat sedih, ” Ungkapnya

Meski demikian, Raut wajahnya berubah sumringah saat tim relawan Rumah Yatim Cabang Pontianak datang memberikan bantuan pangan untuk ifthar dan sahur, ke kediamannya di Kelurahan Tambelan Sampit, Kecamatan Tepian Kapuas, Kabupaten Pontianak, Kalimantan Barat, pada Senin (11/5) lalu.

Ia begitu antusias saat ada bantuan tersebut. Diketahui, selama ini Sari dan neneknya kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pokok dan memanfaatkan pemberian dari warga sekitar. Layaknya anak anak, Sari selalu menampakkan keceriaannya saat bertemu orang lain.
“Alhamdulillah sembako dari Rumah Yatim akan langsung Sari masak buat buka puasa nanti sama nenek, ” Ungkapnya dengan antusias.

Seperti yang disampaikan Relawan Cabang Pontianak, Rohim, sang nenek berjualan kue milik orang lain, dan penghasilannya pun tak menentu. Namun sejak adanya pandemi, neneknya diberhentikan dari pekerjaan nya, sehingga hal ini menambah kesulitan keluarga nya untuk bisa makan.

Bahkan untuk makan ketika sahur dan berbuka pun hanya nasi tanpa lauk pauk. Meski demikian, Sari tetap bersyukur bisa makan walau hanya seadanya. Sari merupakan satu dari jutaan anak Indonesia yang nasib nya kurang beruntung seperti anak-anak lainnya.

Sari merupakan satu dari jutaan anak yatim dan dhuafa di Indonesia yang belum bisa merasakan kebahagiaan di bulan suci Ramadhan kali ini. Rumah Yatim akan terus bergerak memberikan bantuan terutama untuk kebutuhan pangan ifhtar dan sahurnya. Hingga saat ini pula Rumah Yatim masif terus masih memberikan bantuan ifhtar dan sahur di 20 Provinsi di Indonesia.

 

 

 

Penulis: Dila Nurfadila

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend