Kita adalah Pahlawan untuk Diri Sendiri

Kita pahlawan untuk diri sendiri

10 November dimaknai sebagai hari pahlawan, dan setiap makhluk mungkin memiliki tokoh pahlawan dihidupnya masing-masing. Baik itu hewan, manusia, maupun tumbuhan.

Rumput misalnya, mungkin baginya air dan tanah adalah pahlawan. Sebab keduanya memiliki peranan yang begitu besar bagi kehidupan rumput. Begitupun dengan hewan, ia memiliki pahlawannya masing-masing.

Dalam KBBI, pahlawan ialah seseorang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran. Selain itu, kata pahlawan juga merujuk pada seseorang yang sudah memperjuangan kemerdekaan bangsa ini.

Sementara dalam perspektif Islam, pahlawan dapat dimaknai sebagai orang Islam yang berjuang menegakkan kebenaran (al-haq), dan berjihad demi memperoleh ridha Allah semata.

Tapi tahukah kamu? Siapa pahlawan sebenarnya yang benar-benar berjasa dalam hidup kita? Sebagian dari kalian mungkin akan menjawab Ibu dan Bapa. Iya, itu adalah jawaban yang benar.

Namun tahukah kamu, bahwa orang yang paling berjasa bagi kita yaitu diri kita sendiri. Iya kita adalah pahlawan! Sebab dalam Islam, kategori berjuang (jihad) itu ada beberapa macam, di antaranya adalah jihad memerangi hawa nafsu.

Menurut Rasulullah, justru jihad yang paling besar adalah jihad memerangi hawa nafsu. Hal ini pernah disampaikan oleh Rasulullah SAW saat usai Perang Badar. Beliau berkata kepada para sahabatnya: “Kita masih akan menghadapi perang yang lebih dahsyat lagi.” Kata sebagian sahabat: “Perang apalagi ya Rasul? Bukankah ini perang yang dahsyat”? Jawab Nabi: “Perang melawan hawa nafsu”.

Jadi kesimpulannya, dalam memperingati hari pahlawan ini mari kita bermuhasabah diri dan tanyakan pada diri kita sendiri. “Sudahkan kita menjadi pahlawan bagi diri kita sendiri?”.

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend