Gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Donggala, Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9) petang, juga menyebabkan tsunami di beberapa wilayah di sekitarnya. Menurut BMKG, tsunami itu terjadi setidaknya di tiga wilayah, yaitu Palu, Donggala, dan Mamuju.

Bencana ini menjadi duka mendalam bagi masyarakat di tiga wilayah tersebut. Kondisi listrik di tiga wilayah tersebut padam, yang menyebabkan jaringan komunikasi di Donggala dan sekitarnya tidak dapat beroperasi karena pasokan listrik PLN putus. Terdapat 276 base station yang tidak dapat digunakan. Tidak hanya itu, pasokan air bersih di wilayah tersebut pun kosong dan membuat masyarakat kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Menurut saksi mata, Mohammad Syahrir Pusadan yang merupakan warga Jalan Tanjung Satu Kecamatan Palu Selatan, banyak sekali bangunan yang hancur. Bencana ini pun telah merenggut banyak sekali korban terutama wanita. “Mayoritas korban meninggal yang berhasil ditemukan adalah wanita dan anak-anak,” kata Syahrir ketika diwawancarai jurnalis Rumah Yatim melalui via chat WhatsApp, Sabtu (29/9)

Ia pun mengatakan, jika getaran gempa sudah terasa dari Jumat siang kemarin, dan gempa terparah terjadi pada Jumat petang. Sampai sekarang pun getaran gempa masih terasa meski pelan.

Ia berharap, bencana ini segera berakhir karena banyak sekali warga terutama anak-anak yang merasa trauma. Ia pun berharap segera ada bantuan dari pemerintah maupun pihak lainnya. Karena saat ini para korban sedang sangat membutuhkan bantuan terutama air bersih, obat-obatan, selimut, makanan siap saji dan lainnya.

Sumber foto: Mohammad Syahrir Pusadan (Saksi mata/Warga Palu)

 

Jurnalis: Sinta Guslia

Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat