Maripah Berjuang Hidup dengan Berjualan Nasi Ponggol

Maripah Berjuang Hidup dengan Berjualan Nasi Ponggo;

Maripah (70), janda empat anak itu masih harus berjualan di usia senjanya. Hal itu ia lakukan demi terus menyambung hidup. Setiap hari, ia dibantu salah satu anaknya berjualan nasi ponggol sarapan pagi. Saat ini ia harus tetap bekerja keras demi menghidupi keluarganya, walau dirasa terkadang cukup sulit.

Semua anak Maripah sudah berkeluarga, dan tiga anaknya memilih hidup mandiri. Kepala Cabang Rumah Yatim Tegal, Jajang Khoeruman mengatakan, jadi Maripah hanya tinggal dengan satu anak, yang saat ini membantunya berjualan.

“Untuk jualan, sekarang anaknya yang masak, karena mbah Maripah sudah repot, mbah hanya melayani pelanggannya saja,” ungkap Jajang.

Walau hasil dari berdagang tidak besar, Maripah selalu bersyukur. Diketahui, sang suami sudah meninggalkan Maripah untuk selamanya sejak lima tahun yang lalu. Jajang menambahkan, Maripah memang tinggal di rumah milik pribadi. Namun, kondisi rumahnya jauh dari layak. Hanya berukuran 3 x 5 meter di Desa Tegalandong RT 01 RW 06 Kec. Lebaksiu, Kab. Tegal itu Maripah hidup puluhan tahun bersama anaknya.

“Lantai hanya plesteran semen dan sudah banyak titik-titik terkelupas, dan kalau hujan harus siap-siap sedia wadah untuk menampung air, karena banyak yang bocor,” paparnya.

Oleh karena itu, Rumah Yatim Cabang Tegal memberikan bantuan sembako bagi Maripah, pada Kamis (25/6). Jajang berharap, bantuan yang diberikan ini bisa bermanfaat dan meringankan beban ekonominya. Selain Maripah, ada seratus warga lainnya yang menerima bantuan serupa.

“Masyarakat banyak yang kehilangan pekerjaan akibat dampak dari wabah virus. Semoga dengan sedikit bantuan sembako ini bisa membantu mereka,” pungkasnya.

Jurnalis: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend