Marsha, Anak Asuh Rumah Yatim yang Tekun Menghafal Alquran

Riuh terdengar suara dari dalam ruang tamu Rumah Yatim Kiara Condong Bandung. Suara anak-anak sedang mengaji menghapal Alquran. Meski bising, tapi itu yang disukai Marsha, gadis kecil asal Kota Sumedang. Di mana dia bisa menghafal Alquran bersama dengan teman-temannya di asrama.

Baginya, ruang tamu adalah tempat favoritnya di asrama. Tempat di mana dia bebas menghafal Alquran kesukaannya. Meski mengaku tidak suka belajar dalam kondisi berisik, tapi gadis bernama lengkap Marsa Salsabila ini sangat suka jika semua orang belajar hal yang sama.

“Saya gak suka kalau lagi belajar ada orang yang ngobrol dan berisik, tapi kalau berisiknya karena sama-sama ngaji saya suka,” ungkapnya.

Sudah dua tahun dia berada di Rumah Yatim, karena berasal dari keluarga tidak mampu dengan ayah seorang sopir angkot dan ibu rumah tangga, dia pun tinggal di Rumah Yatim. Tinggal jauh dari orangtua, memotivasinya untuk tidak mengecewakan kedua orangtuanya, Karena itu, bocah kelahiran 2005 ini pun berusaha sebaik mungkin untuk belajar. Hingga prestasi belajarnya tak diragukan lagi, dia selalu menjuarai kelasnya di setiap semester.

“Alhamdulillah selalu juara satu,” tuturnya.

Selain nilai akademis yang bagus, Marsha memiliki hafalan yang cukup banyak. Sekitar tiga juz kini sudah dia hafalkan. Pada awal menghafal Alquran, ia sempat merasa kesulitan. Tapi seiring berjalannya waktu, menghafal Alquran menjadi hal yang menyenangkan. Baginya dengan menghafal Alquran, maka memudahkannya untuk memelajari ilmu-ilmu lainnya.

“Awalnya susah tapi kalau sudah kebiasaan itu enak dan cepat. Dan memelajari bidang ilmu lainnya juga jadi terasa mudah,” katanya.

Kini Marsha yang hobi membaca dan suka menulis resume ini menarget dirinya untuk bisa menghafal lima juz Alquran. “Ingin minimal hafal lima juz, gak ada yang lupa dan pas murojaahnya lancar,” harapnya.

Selain itu, saat ini Marsha berharap kelak dia bisa menjadi orang yang berguna. Yakni bisa menolong orang lain, dengan bercita-cita menjadi dokter. Cita-cita dokter pun tak hanya sekedar untuk dirinya, dia ingin bermanfaat untuk Rumah Yatim yang sudah mendidiknya menjadi anak yang mandiri dan percaya diri.

“Saya ingin menjadi dokter karena bisa menolong orang dan Rumah Yatim pun sedang membutuhkan dokter,” ungkapnya.

Selain terima kasihnya kepada Rumah Yatim, ia juga sangat berterima kasih kepada para donatur yang sudah menyokong Rumah Yatim dan juga dirinya hingga dia bisa bersekolah di tempat yang bagus. “Semoga para donatur rezekinya terus bertambah, dipanjangkan umurnya dan dikabulkan segala hajatnya,” tuturnya.

 

Jurnalis: Enuy Nurhayati

Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend