Masyarakat Bawahan Selan Harap Rumah Yatim Kembali Beri Bantuan

Rumah Yatim Area Banjarmasin hadir di tengah-tengah masyarakat Bawahan Selan, Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar untuk memberikan bantuan sembako sebanyak 100 paket pada buruh harian perkebunan karet.

Bawahan Selan merupakan salah satu desa yang paling banyak jumlah penduduknya. Untuk sampai ke sana, tim Rumah Yatim Area Banjarmasin memerlukan waktu yang cukup lama, kondisi jalan masih tanah merah. Dari satu RT ke RT lainnya sangat jauh, dipisahkan hutan karet yang sangat lebat. “Kami tidak menyangka bahwa ada rumah-rumah di tengah hutan seperti ini,” papar salah satu tim Rumah Yatim, Syafrudin.

Rumah Yatim sangat bersyukur karena selama perjalanan, pihak kepala desa dan juga pihak kepolisian turut mendampingi. Ada sekitar 14 RT di wilayah tersebut dan Rumah Yatim Area Banjarmasin baru menyalurkan kepada tujuh RT. Menurut Kepala Desa Bawahan Selan Akhmad Rizani, ada sekitar 256 warga kurang mampu menghuni kawasan perkebunan milik BUMN tersebut. Menurutnya perkebunan ini hampir bangkrut, sehingga banyak dari karyawan tidak bekerja. Gaji karyawannya adalah 7500 ribu rupiah perhari. Bahkan menurut keterangan salah satu lansia yang sudah pensiun, sudah dua tahun gaji pensiunnya tidak dibayar.

Mereka tinggal di rumah yang sudah dibangunkan pemerintah. Menurut Syafrudin, rumah-rumah itu sudah terlihat sangat rusak dan lantainya sudah menjadi tanah. Karena sejak awal berdiri yang menghuni tidak pernah merubah rumah-rumah tersebut. Mereka awalnya adalah warga transmigran dari Pulau Jawa, menetap di sana sekitar tahun 1980 hingga 1990an untuk bekerja. Kini mereka sudah menjadi warga dengan KTP Kalimantan Selatan.

Dengan gaji itu, mereka tidak cukup untuk menghidupi diri dan keluarganya. Maka untuk makanan sehari-hari, mereka menanam tanaman di lahan kosong. Bahkan menurut keterangan Akhmad, dirinya pernah mendapati sembilan warganya kelaparan selama tiga hari tidak makan. Maka agar masyarakatnya tidak kelaparan, Akhmad membagikan beras raskin dari pemerintah secara merata.

Saat Rumah Yatim berkunjung dari rumah ke rumah untuk memberikan bantuan. Mereka sangat antusias menyambut, terlihat wajah-wajah yang sangat mengharap bantuan dari Rumah Yatim.

“Agar tidak ada kecemburuan sosial, kami memaparkan kepada mereka bahwa Rumah Yatim akan kembali ke sini, memberikan bantuan secara bergantian,” papar Akhmad.

 

Di tulis oleh : Enuy Nurhayati Pada tanggal 2018-03-24 20:04:21

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend