Masyarakat Terdampak Gempa di Dusun Teluk Kombal Alami Krisis Air Bersih

Sudah 11 hari berlalu, dampak gempa 7,0 SR masih sangat dirasakan warga Lombok dan sekitarnya. Sejuta pilu dan trauma masih menyelimuti warga sekitar. Penanganan masalah dampak gempa masih terasa jauh, selama beberapa waktu ke depan masyarakat harus hidup di pengungsian yang kian sesak. Seperti yang dialami masyarakat Dusun Teluk Kombal, Kecamatan Pemenang Barat, Lombok Utara yang sedang mengalami krisis air bersih dan minimnya pelayanan medis.

Kepala Dusun Teluk kombal, Multazam mengungkapkan, kondisi pengungsian terbagi menjadi empat titik posko pengungsian. Posko pertama dihuni oleh 1300 Jiwa, posko kedua dihuni oleh 500 jiwa, posko ketiga dihuni oleh 300 jiwa, dan posko keempat dihuni oleh 80 kepala keluarga. Dari keempat posko tersebut, masih minim bantuan yang ada. Terutama sarana air bersih.

“Kondisi masyarakat disini ada yang lansia hingga balita, banyak masyarakat disini, masih mengalami trauma,” ungkapnya saat ditemui tim relawan Rumah Yatim, Rabu (15/8).

Oleh karena itu, Rumah Yatim menyalurkan sejumlah bantuan tanggap darurat bencana, berupa bantuan logistik dan paket sembako kepada 80 kepala keluarga yang berada di Dusun Teluk Kombal. Bantuan tersebut disalurkan untuk bantu memenuhi kebutuhan darurat para korban bencana.

Usai disalurkannya bantuan tersebut, Multazam mengucapkan terima kasih kepada Rumah Yatim yang telah peduli terhadap nasib para pengungsi saat ini. Terlebih kini masyarakat setempat sedang mengalami masa-masa sulit akibat pasca gempa.

“Alhamdulillah saat ini kami mendapat bantuan bencana alam dari Rumah Yatim. Terima kasih kepada teman-teman yang telah hadir ke tempat kami, semoga Allah SWT membalasnya,” tuturnya.

Jika lembaga lain termasuk Rumah Yatim sudah menyalurkan bantuan, maka ia sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah pusat maupun daerah yang masih minim bantuan dalam memerhatikan masyarakat terdampak gempa.

“Yang kami harapkan adalah dari pemerintah daerah, kami rasa kurang serius untuk memerhatikan  keadaan masyarakat kita,” pungkasnya.

 

Jurnalis: Dila Nurfadila

Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend