Maulana, Pengais Barang Bekas Dapat Santunan Rumah Yatim

Langkah kaki Maulana terus terlihat, berlalu lalang melewati Rumah Yatim Banjarbaru setiap hari. Semangatnya yang tidak surut menggugah Rumah Yatim Banjarbaru memberikan bantuan. Ia sendiri merupakan ayah dari seorang istri dan enam anak.

Menurut Manager Rumah Yatim Area Kalimantan, Indra Abdullah, Maulana merupakan sosok kepala keluarga yang pantang menyerah. Lewat kerja kerasnya mengais barang bekas, ia bisa menyekolahkan keenam anaknya. Anak-anaknya, kata dia, saat ini duduk di bangku sekolah dasar, dan satu orang sudah masuk sekolah menengah pertama.

“Beliau setiap hari mencari nafkah dengan mengambil kardus dan barang bekas untuk membiayai kebutuhan keluarganya,” paparnya.

Pada hari Jumat (12/4) kemarin, Rumah Yatim Banjarbaru memberikan bantuan kebutuhan bagi Maulana dan keluarganya. Bantuan tersebut merupakan amanah donatur yang diberikan tiap Jumat di Rumah Yatim Banjarbaru. Sejumlah bantuan yang diserahkan meliputi makanan siap saji, perlengkapan sandang, serta kebutuhan sembako.

“Donasi yang berikan kepada Rumah Yatim, kami salurkan kembali kepada yang benar-benar membutuhkan secara langsung, seperti kepada pak Maulana ini,” ujarnya.

Dhuafa Care, itulah istilah yang disebutkan oleh Indra untuk kegiatan berbagi setiap hari Jumat. Hal ini, agar memberikan keberkahan dan kebahagiaan bagi seluruh masyarakat yang membutuhkan. Khususnya, mereka yang ada di sekitaran Rumah Yatim Banjarbaru.

Harapannya, sambung Indra, kegiatan Dhuafa Care ini bisa terus berjalan setiap pekannya. Agar, bermanfaat dan memenuhi kebutuhan masyarakat kurang mampu. Selain itu, kegiatan ini juga untuk memberikan penyemangat dan kebahagiaan kepada sesama.

“Dengan adanya Dhuafa Care memberikan kebahagiaan kepada mereka di Jumat berkah ini,” kata Indra.

 

Jurnalis: Calam Rahmat

Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend