Mbah Zaerah, Pengrajin Batik Mulai Sulit Kebutuhan Akibat Pandemi

Mbah Zaerah, Pengrajin Batik Mulai Sulit Kebutuhan Akibat Pandemi

Sudah 9 tahun ini, Mbah Zaerah (80) hidup sebatang kara disebuah rumah kecil dan kumuh, tanpa anak dan suami. Saat ini ia hidup dalam himpitan ekonomi dan tengah berjuang menghidupi dirinya sendiri dengan menjadi pengrajin batik. Tak ada yang diinginkan oleh nya, kecuali bisa makan dihari selanjutnya. Meski demikian, ia memlih untuk tidak bergantung kepada anaknya yang telah berkeluarga.

Mbah zaerah merupakan salah satu lansia dhuafa yang terkena imbas dari Covid-19. Ia juga harus bertahan hidup setelah ditinggal mendiang suaminya dengan kerajinan batik yang ditekuninya. Biasanya kerajinan satu lembar kain batik yang bisa ia selesaikan dalam waktu seminggu, dengan upah hanya 50.000. Baginya, nominal tersebut cukup besar. Namun karena adanya pandemi ini, ia terpaksa diberhentikan dan kehidupannya pun semakin sulit.

“Saat ini cukup sulit, kerajinan batik tulis saya pun terhambat. Sekarang saya sudah tidak bekerja lagi,” ucapnya.

Seperti yang diungkapkan relawan cabang Yogyakarta, Sigit, sejak adanya wabah ini, Mbah Zaerah hanya makan seadanya. Meskipun usianya sudah hampir satu abad, dia tetap semangat menjalani ibadah puasa penuh. Raut wajahnya berubah sumringah saat tim relawan Rumah Yatim cabang Yogyakarta datang mengunjungi kediaman nya di Dusun Giriloyo, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, pada Selasa (12/5) lalu, untuk menyerahkan bantuan sembako.

Menurutnya, bantuan ini sangat dibutuhkan bagi mbah zaerah yang saat ini tengah kesulitan untuk memenuhi kebutuhan makannya saat berbuka puasa maupun sahur. Ia berharap bantuan ini dapat menjadi penyemangatnya dalam menjalani ibadah puasa. Mbah Zaerah merupakan stu dari ribuan lansia di Indonesia yang saat ini perlu uluran tangan bersama. Hingga kini pula sudah sekitar 15.685 paket sembako disalurkan Rumah Yatim untuk masyarakat prsejahtera di sejumlah wilayah Indonesia.

 

 

 

Penulis: Dila Nurfadila

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend