Meski Disabilitas, Riski Terus Ukir Prestasi Dan Semangat Meraih Masa Depan

Meski Disabilitas, Riski Terus Ukir Prestasi Dan Semangat Meraih Masa Depan

Malang nian nasib Riski Ananda Putra (17), seorang anak yatim yang saat ini duduk dikelas 2 SMK Telkom Pekanbaru. Kurang lebih selama 16 tahun lamanya, Riski harus sabar dan tabah atas cobaan yang menimpa. Takdir Allah yang membuat dia harus kehilangan dua kaki nya saat dia masih sangat kecil.

Sebelumnya, Riski lahir normal seperti anak-anak pada umumnya. Namun ketika usianya menginjak satu tahun, disitulah kehidupan Riski mulai berubah. Qadarullah, di usia tersebut Riski mengalami kecelakaan tersengat aliran listrik bertegangan tinggi.

Diketahui, pada saat kejadian Riski sedang digendong oleh tantenya. Namun pada saat kejadian, atas kehendak Allah tantenya meninggal dunia, sementara Riski bisa diselamatkan.

Namun kenyataan pahit yang harus Riski jalani, saat itu dokter memvonis kedua kaki Riski harus diamputasi karena jika tidak di takutkan akan mengalami kanker kulit.

Tak hanya itu, alih-alih dengan keadaan yang sudah cacat, cobaan terus menimpa Riski yang saat itu baru berusia 10 tahun. Allah memanggil sang ayah tercinta. Dari sanalah Riski mulai berjuang untuk melanjutkan hidupnya bersama sang Ibu.

Saat ini Riski bersama sang Ibu tinggal di Jalan Garuda Sakti KM3, RT 004 RW 004, Kecamatan Tampan, Kelurahan Bina Widya. Untuk memenuhi kehidupan sehari-hari, sepulang sekolah Riski membantu sang Ibu berjualan kelapa muda.

Namun meski hidup ditengah keterbatasan, kondisi itu tak menyurutkan semangat Riski untuk terus berjuang demi meraih masa depan yang lebih cerah.

Menjadi disabilitas, Riski justru semakin semangat untuk terus mengukir prestasi. Ia mahir dalam bidang musik seperti beatbox dan pernah meraih juara ketika mengikuti ajang perlombaan di salah satu stasiun TV swasta. Disamping itu, Riski juga memiliki bakat dalam olahraga renang.

“Kalau tahun depan ada PON (Pekan Olahraga Nasional), saya juga akan ikut bidang olahraga renang utk disabilitas” , tutur Riski kepada Rumah Yatim Cabang Riau, Sabtu (8/8).

Atas semangat yang dimiliki oleh Riski untuk terus berjuang melanjutkan hidupnya bersama sang Ibu dari hasil jualan kelapa muda setiap hari, Rumah Yatim Cabang Riau memberinya bantuan melalui program peduli sesama.

 

 

Jurnalis: Tanti Sugiharti

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend