Meski Jadi Korban Bencana, Belasan Warga Antusias Jadi Relawan

Sejak gempa dan tsunami menerjang kawasan Sulawesi Tengah (Sulteng), ribuan sarana infrastruktur di wilayah Donggala dan Palu, telah hancur dan rusak. Masalah penanganan pasca gempa terkesan jauh dari kata tuntas, sehingga banyak masyarakat yang peduli bahu membahu ringankan duka korban yang sedang dilanda musibah.

Belasan warga terdampak gempa, berbondong-bondong mendatangi posko bencana Rumah Yatim di Kampung Nelayan, Talise, Kota Palu, membuat masyarakat di beberapa titik pengungsian semangat dan antusias membantu tim Rumah Yatim saat packing ribuan bantuan yang akan disalurkan ke 500 titik pengungsian.

Menurut salah seorang tim relawan Rumah Yatim, Ridwan mengungkapkan, banyak korban bencana yang tergerak untuk bergabung menjadi relawan Rumah Yatim. Dalam kondisi berduka pasca gempa ini, mereka tetap berjuang memperbaiki kondisi psikisnya yang trauma.

“Di sini masyarakatnya selain menjadi korban gempa, mereka juga antusias untuk membantu proses pengepakan, yang insya Allah akan kita salurkan di 500 titik pengungsian,” ungkapnya.

Bencana itu, bukan hanya meluluh lantakan sarana infrastruktur, tetapi juga melumpuhkan aktivitas ekonomi warga maupun lainnya. Hal senada juga diungkapkan Dadan, banyak warga yang pergi ke wilayah lain dan meninggalkan kawasan Palu karena sudah tidak bisa dihuni lagi. Oleh karena itu, lumpuhnya aktivitas di Palu membuat warga mencari cara untuk mengisi kekosongan aktivitas dengan membantu sesama.

Ia berharap, saat tim inti kembali ke Bandung, korban sekaligus yang menjadi relawan dapat meneruskan semangat membantu kepada sesama yang membutuhkan.

 

Jurnalis: Dila Nurfadila

Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend