Meski Tanpa Sosok Ayah, Raffi Pantang Menyerah Jalani Hidup dan Giat Belajar

Kedua orangtuanya telah lama memilih untuk berpisah. Raffi Febrian Wiguna kini tinggal bersama sang ibunda, juga satu kakak dan satu adiknya. Diketahui, sang ibu berjualan minuman kopi dan lainnya.

Dari hasil berjualan itulah, sang ibu mendapat penghasilan demi memenuhi kebutuhan ketiga anaknya. Namun, penghasilan yang didapat hanya berkisar 20 hingga 30 ribu rupiah perhari. Sang ibu mengaku makin ke sini semakin sepi usahanya akibat pandemi Covid-19.

Kepala Cabang Rumah Yatim Pontianak, Rohim mengatakan, keluarga Raffi memang sangat merasakan dampak dari pandemi. Oleh sebab itu, terkadang untuk makan saja kesulitan. Apalagi, untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak.

“Kini Raffi kan tinggalnya sama ibunya, jadi ibunya yang banting tulang. Ayahnya entah ke mana,” ungkapnya. Meski tanpa kehadiran sosok ayah, Raffi tumbuh menjadi anak yang pintar dan pantang menyerah.

Bahkan, ia memiliki cita-cita ingin menjadi seorang polisi. Karena baginya, polisi memiliki tugas yang mulia untuk melindungi masyarakat. Seperti halnya ia ingin selalu melindungi ibunda tercinta.

Semangat Raffi itu meski didukung, sehingga Rumah Yatim Cabang Pontianak memberikan bantuan beasiswa dhuafa, pada Sabtu (17/10). Bantuan ini diberikan bagi Raffi dan puluhan anak yatim dhuafa lain di Kel. Sungai Beliung, Kec. Pontianak Barat yang membutuhkan bantuan.

Rohim menyampaikan, bantuan ini diberikan guna membantu memenuhi kebutuhan pendidikan Raffi dan anak lainnya. Meski tidak banyak, namun ia berharap bisa membantu dan meringankan beban orangtua. “Mudah-mudahan Rumah Yatim bisa kembali lagi ke sana dan memberikan bantuan lagi,” ungkapnya.

Jurnalis: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend