Meski Yatim Piatu, Jessline Tetap Semangat Bantu Berjualan Takjil

Meski Yatim Piatu, Jessline Tetap Semangat Bantu Berjualan Takjil

 

Di usianya yang masih belia, Jessline Achmad Davina (8) tidak lagi merasakan kasih sayang dan perhatian dari kedua orang tuanya. Sejak Ibunya meninggal dan ayahnya pergi meninggalkan entah kemana, kini ia tinggal bersama bibinya di Kampung Batu Besar Nongsa RT 03 RW 16, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam, Kepulauan Riau.

Anak Perempuan yatim piatu yang kini baru menduduki kelas satu sekolah dasar, harus menahan pilu karena ditinggal orang tua. Belum lagi, kondisi bibinya yang hanya bekerja sebagai buruh tidaklah cukup untuk membiayai kebutuhan sehari-hari.

Apalagi sejak wabah corona meluas di Indonesia dan masuk ke Kepulauan Riau, bibinya terpaksa harus dirumahkan untuk sementara. Namun kini, saat memasuki bulan suci Ramadan bibinya mulai berjualan takjil. Jessline pun tak tinggal diam, dengan penuh semangat ia membantu bibi nya yang kini sebagai orang tua angkatnya untuk berjualan takjil.

“Hidupnya kurang mampu, apalagi di tengah Covid-19. Sekarang dia bantu jualan takjil untuk uang jajan. Dia 2 bersaudara adik nya masih umur 6 tahun tinggal sama sodara di kampung nya,” tutur Relawan Rumah Yatim Cabang Batam, Septian Januar, Selasa (28/4).

Melihat kondisi tersebut, Rumah Yatim Cabang Batam memberikan bantuan berupa bahan pangan untuk ifthar dan sahur selama bulan suci Ramadhan. Bantuan tersebut diharapkan bisa memenuhi kebutuhan makannya yang bukan hanya sekali serta bisa memberikan kebahagiaan di ramadhan kali ini.

 

 

Jurnalis : Tanti Sugiharti
Redaktur : Dila Nurfadila

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend