Miliki Sarana Prasarana Minim, SDIT Ummul Quran Dapat Bantuan dari Rumah Yatim Sumut

Melalui program bantuan sarana prasarana sekolah, Rumah Yatim cabang Sumatera Utara berupaya membantu meningkatkan kualitas mutu pendidikan sekolah di wilayah Sumut.

Program bantuan ini menyasar pada sekolah-sekolah yang belum memiliki fasilitas dan sarana prasarana memadai.

Salah satunya, SD Islam Terpadu Ummul Quran yang berada di Jalan Wijasana, Dusun V, Desa Air Hitam Kecamatan Gebang Kabupaten Langkat, Sumut. Sekolah ini menerima bantuan berupa papan tulis, semen dan ATK.

“Alhamdulillah terima kasih kepada Rumah Yatim yang telah memberikan perhatiannya kepada SDIT Ummul Quran, semoga Allah membalas semua kebaikan Rumah Yatim dan para donatur,” ungkap Sintia selaku kepala sekolah dan pendiri SDIT Ummul Quran.

Sintia mengungkapkan, bantuan dari Rumah Yatim merupakan bantuan pertama yang diperoleh SDIT Ummul Quran. Ia merasa bersyukur bisa menerima bantuan ini.

Kepada salah satu relawan Rumah Yatim, Sintia bercerita, SDIT Ummul Quran berdiri pada bulan Maret lalu. Pembangunan sekolah ini sudah mencapai 45%, namun terpaksa terhenti karena terhambat biaya.

Sekolah ini pun belum memiliki sarana prasarana yang memadai. Bangku dan dan kursinya masih sedikit, papan tulis belum tersedia dan ATK untuk penunjang kegiatan belajar mengajar pun belum ada.

Sintia mendirikan sekolah ini dengan dana seadanya, ia ingin memudahkan anak-anak desa Air Hitam dalam mengenyam pendidikan sekolah dasar. Selain itu, ia ingin mencetak generasi islami yang cinta Al Quran.

“Anak-anak di Desa Air Hitam jika ingin ke sekolah mesti berjalan kaki sejauh 3 KM, selama pandemi pun mereka tetap ke sekolah dikarenakan tidak punya hp untuk belajar daring, mudah-mudahan dengan adanya SDIT Ummul Quran ini bisa mempermudah mereka dalam menuntut ilmu dan menambah semangat belajar mereka,”ucap Sintia.

Meski berdiri dengan bangunan seadanya, niat baik Sintia disambut baik warga Desa Air. Satu persatu warga disana mendaftarkan anaknya. Total ada 24 anak yang duduk dibangku kelas 1 resmi menjadi anak didik SDIT Umulul Quran.

“Alhamdulilah meskipun warga disini belum paham apa itu SDIT, tapi mereka senang ada sekolah di desa ini, sekarang anak didik kami ada 24 anak,” ucapnya.

Supaya tidak membebani orang tua murid, SDIT Ummul Quran hanya mematok SPP sebesar 50 ribu perbulannya. Bahkan bisa dibayar dengan sistem menabung perhari.

“Dikarenakan mayoritas anak didik kami berasal dari keluarga kurang mampu, jadinya untuk uang SPP kami ringankan. Insya Allah jika kita memudahkan urusan orang lain, maka Allah akan memudahkan urusan kita,” ungkap Sintia.

Sintia berharap bantuan dari Rumah Yatim ini menjadi awal kemajuan SDIT Ummul Quran dan menjadi amal jariyah untuk Rumah Yatim dan para donaturnya.

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Send this to a friend