Muhsin Bersyukur Rumah Yatim Beri Bantuan Sembako untuk Para Korban

Hampir dua minggu, Provinsi Nusa Tenggara Barat dirundung kesedihan dan duka mendalam, akibat gempa bumi yang mengguncang sejak (29/7) lalu hingga Kamis (9/8). Guncangan demi guncangan  masih terus terjadi dari skala kecil hingga besar yang menyebabkan banyaknya kerugian materil bangunan dan meninggalkan rasa traumatik bagi para korban.

Sama halnya bagi Muhsin, salah seorang warga Dusun Medas Kokok, Lombok Utara sekaligus korban, harus rela kehilangan rumahnya akibat hancur dihantam gempa pada Minggu (5/8) lalu. Hal ini membuatnya merasa terpukul, harus menghadapi kenyataan yang tak terbayangkan sebelumnya.

Kesulitan demi kesulitan ia terima dengan lapang dada. Hingga akhirnya pada Sabtu (11/8) Rumah Yatim menyalurkan bantuan paket sembako kepada 250 kepala keluarga di Dusun Medas Kokok. Dia bersama ratusan warga lainnya bahagia menerima bantuan tersebut.

Setelah diberikannya bantuan, ia merasa bersyukur bahwa masih ada yang peduli dan memerhatikan kondisi ratusan warga yang menempati tenda pengungsian. Terkadang bantuan yang diberikan dari beberapa yayasan, bantuan dibagi dua ke dusun terdekat. Tujuannya agar sama-sama berbagi kebahagiaan dalam keterbatasan yang ada.

“Alhamdulillah Rumah Yatim bisa menghadiri kami disini. Kami atas nama warga Medas Kokok, mungkin ini adalah salah satu keistimewaan yang kami rasakan, ada kebahagiaan tersendiri dengan kehadiran Rumah Yatim ini,” jelasnya, Sabtu (11/8).

Dalam kondisi darurat gempa, kata Muhsin, ia bersama ratusan warga lainnya merasakan penderitaan yang begitu dalam. Karena hingga kini ia memikirkan bagaimana membangun kembali rumah yang telah hancur. Pasca gempa, aktivitas di wilayah Lombok menjadi lumpuh total, serta belum ada anak-anak yang bisa kembali bersekolah.

Selain itu, ia bersama ratusan warga lainnya sangat menantikan bantuan dan uluran tangan dari para dermawan yang mau menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu para korban. Karena bangkit dari rasa trauma setelah mengalami beratus-ratus kali guncangan gempa bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan.

“Hari ini kami merasakan penderitaan karena rumah-rumah disini hampir semuanya tidak bisa ditempati. Kalaupun masih berdiri, rasanya kami masih merasakan takut. Mohon doa dari semuanya semoga banyak yang  memerhatikan kami dengan kondisi hari ini,” ungkapnya.

 

Jurnalis: Dila Nurfadila

Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend