Nenek 80 Tahun Banting Tulang Demi Biayai Sekolah Lima Cucu

rumah yatim

Suara bising kereta yang melintas sudah menjadi teman keseharian nenek Mini Darwati (80). Jarak rumahnya tidak jauh dari rel kereta, tepat di belakang Stasiun Tanah Tinggi, Jalan Peron Utara RT 04 RW 012. Kesehariannya dihabiskan untuk mencari nafkah sebagai penjual sandal.

Penghasilan yang tidak seberapa dari hasil menjual sandal, Mini harus memutar otak agar kelima cucunya bisa mendapatkan kebutuhan harian. Mini, kini tinggal seorang diri di rumah yang tidak jauh dari rel kereta api. Dirinya hanya ditemani lima orang cucu, yang ditinggal oleh seluruh orang tuanya.

“Saya tinggal sendiri dan mengurus lima cucu yang masih sekolah,” ungkapnya, saat ditemui Tim Rumah Yatim Regional Jabodetabek.

Menurut Mini, cucunya tersebut kini tinggal bersama dirinya. Bahkan, dia harus membiayai seluruh cucunya untuk sekolah. Namun, kata dia, pada awalnya orangtua dari cucunya itu meminta izin untuk bekerja. Akan tetapi, mirisnya sampai saat ini tidak kunjung pulang. Kini Mini, hanya bisa berusaha semaksimal mungkin dengan sisa tenaga di usianya yang sudah delapan dasawarsa. “Mereka ditinggalkan orangtuanya dan ada juga yang sudah meninggal,” paparnya.

Obrolan itu larut dalam kesedihan yang ada pada diri Mini. Waktu yang beranjak sore, mengharuskan tim Rumah Yatim Jabodetabek menyudahi pertemuan hari itu. Bahkan, suara nyaring kereta lewat menjadi penutup salam yang bercampur dengan suara bising. Sebelumnya, Mini menyempatkan untuk mengucapkan rasa syukurnya atas apa yang dia terima hari itu.

Mini, sangat gembira dan senang. Karena Rumah Yatim Jabodetabek telah memberikan penyambung hidup bagi dirinya. Dia pula mengucapkan terima kasih kepada para donatur Rumah Yatim yang senantiasa selalu memberikan perhatian kepada masyarakat seperti dirinya. “Saya merasa terbantu dengan adanya bantuan ini,” tutup Mini.

 

Di tulis oleh : Calam Rahmat Pada tanggal 2018-04-06 14:08:44

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend